KETAHANAN pangan menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. Melalui ketahanan pangan, masyarakat desa dapat memperoleh akses terhadap pangan yang cukup, bergizi, dan aman untuk dikonsumsi. Hal ini penting untuk mencegah kelaparan, mengurangi angka kekurangan gizi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Menyadari hal tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, kini tengah mengembangkan program ketahanan pangan berbasis peternakan ayam petelur. Hal ini sebagai salah satu upaya strategis desa dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.
Kepala Desa Tunggak Cerme Musta’in mengatakan, peternakan ayam petelur tersebut akan menempati kandang permanen berukuran 6 kali 15 meter. Saat ini, proses pembangunan kandang sudah mencapai sekitar 80 persen.
Dari total 500 unit kandang ayam yang direncanakan, sebanyak 430 unit telah rampung dan sisanya masih dalam proses penyelesaian yang ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan ke depan.
“Nantinya kandang ini akan diisi sekitar 500 ekor ayam petelur. Kami memilih jenis ayam yang memiliki masa panen cepat, sekitar 20 hari sejak masuk kandang sudah bisa mulai bertelur. Ini akan mempercepat siklus produksi dan mendukung ketersediaan telur di masyarakat,” terang Musta’in.
Desain kandang juga dibuat sedemikian rupa dengan lantai yang ditinggikan, bertujuan agar kondisi di dalam kandang tetap sejuk, bersih, dan nyaman, sehingga menunjang produktivitas ayam.
Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga memperhatikan aspek kebermanfaatan jangka panjang bagi masyarakat.
Menurut Musta’in, hasil panen telur nantinya akan dijual ke masyarakat dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Langkah ini diambil untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi secara terjangkau.
“Selain untuk konsumsi warga, kegiatan ini juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru. Harapannya, jika produktivitasnya tinggi, misalnya mencapai 90 persen, jumlah ayam akan kami tambah. Selain itu, kotorannya bisa diolah menjadi pupuk alami yang sangat baik untuk pertanian,” imbuhnya.
Musta’in berharap program ini akan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD) serta mendukung pembangunan sektor lainnya, seperti pendidikan dan kesehatan.
“Anak-anak yang tercukupi gizinya, tentu akan lebih siap belajar dan masyarakat yang sehat akan lebih produktif. Ketahanan pangan adalah dasar untuk semua sektor lainnya,” pungkasnya.
Pavingisasi-Rehab RTLH Tingkatkan Kesejahteraan
Komitmen Pemdes Tunggak Cerme dalam membangun desa tidak hanya ditunjukkan melalui program ketahanan pangan. Pemdes juga aktif membenahi infrastruktur demi meningkatkan kenyamanan dan produktivitas warga dalam beraktivitas sehari-hari.
Salah satu pembangunan yang kini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah peningkatan jalan di Dusun Krajan. Jalan sepanjang 190 meter dengan lebar 2,5 meter yang sebelumnya berupa makadam—kondisinya kasar dan mudah tergenang saat hujan—kini telah dipaving.
Sebelum diperbaiki, saat musim hujan air sering melimpas ke jalan dan menjadikannya licin sehingga menyulitkan warga saat beraktivitas. Baik menuju sekolah, pasar, maupun membawa hasil panen.
“Alhamdulillah, setelah dilakukan pavingisasi, masyarakat sangat senang. Jalan jadi lebih nyaman dilalui, baik oleh anak-anak yang hendak ke sekolah maupun petani yang membawa hasil panennya,” ujar Kaur Keuangan Desa Tunggak Cerme Ma’at.
Ma’at menjelaskan, pemilihan paving dibandingkan aspal bukan tanpa alasan. Menurutnya, paving dinilai lebih tahan terhadap kondisi ekstrem, terutama di lokasi yang cenderung teduh dan kerap dilalui aliran air.
Peningkatan infrastruktur jalan di Dusun Krajan ini bukan kali pertama dilakukan Pemdes Tunggak Cerme. Tahun sebelumnya, juga telah dilakukan pavingisasi jalan usaha tani di wilayah yang sama.
Sekretaris Desa Tunggak Cerme Wahid Hasyim menyebut bahwa sebelumnya jalan tersebut hanya berupa tanah, sehingga menyulitkan petani saat mengangkut hasil panen dari sawah.
Tak berhenti di situ, Pemdes Tunggak Cerme juga menyiapkan program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk warga yang membutuhkan. Pada tahap selanjutnya, akan ada tiga penerima bantuan RTLH yang berasal dari Dusun Triwung dan Dusun Krajan. Pemdes menyeleksi penerima secara ketat agar bantuan tepat sasaran. (gus/fun/*)
APBDES PEMERINTAH DESA TUNGGAK CERME TAHUN ANGGARAN 2025
PENDAPATAN
Pendapatan Asli Desa: Rp 10.000.000,00
Pendapatan Transfer: Rp 1.366.567.542,00
Pendapatan Lain-Lain: Rp 0,00
JUMLAH PENDAPATAN: Rp 1.376.567.542,00
BELANJA
Belanja Pegawai: Rp 319.831.920,00
Belanja Barang dan Jasa: Rp 437.195.649,05
Belanja Modal: Rp 403.857.000,00
Belanja Tidak Terduga: Rp 21.800.000,00
JUMLAH BELANJA: Rp 1.182.684.569,05
SURPLUS/DEFISIT: Rp 193.882.972,95
PEMBIAYAAN
Penerimaan Pembiayaan: Rp 1.394.027,05
Pengeluaran Pembiayaan: Rp 195.277.000,00
PEMBIAYAAN NETTO: (Rp 193.882.972,95)