PEMERINTAH Desa (Pemdes) Sepuh Gembol terus berupaya meningkan kesejahteraan masyarakat melalui sejumlah rencana pembangunan infrastruktur di desa. Tahun ini desa yang dipimpin Kusnadi ini memiliki beberapa rencana pembangunan fisik.
Di antara pembangunan fisik itu adalah adalah pavingisasi jalan usaha tani di dua titik, lalu ada juga pembangunan TPT dan pembangunan rehab rumah tak layak huni (RTLH).
Pavingisasi titik pertama yaitu ada di DusunJati RT 04/RW 01. Pembangunan ini sudah rampung total. Jalan usaha tani itu sebelumnya jalan biasa berupa tanah sehingga becek ketika musim hujan. Padahal jalanan tersebut menuju sawah-sawah warga. "Kalau hujan becek, jadi kasihan warga kalau mau ke sawah tidak enak. Akhirnya kami bangun tahun ini," kata Kaur keuangan Desa Sepuh Gembol, Mulyadi.
Selanjutnya titik dua juga ada di dusun Jati yakni di RT 05/RW 01. Pembangunannya juga akan dimulai pada tahun ini.
Tahun ini juga ada pembangunan TPT di Dusun Sak-Sak RT 03/ RW 02. "Nanti akan ada pembangunan TPT dan pavingisasi lagi. Tapi kami nunggu pencairan dana desa tahap dua," lanjutnya.
Sementara itu sesuai dengan mandatory, akan dibangun tiga rumah tak layak huni (RTLH) di Desa Sepuh Gembol pada tahun ini.
Satu diantaranya pembangunannya sudah dimulai yaitu rumah milik Yam, 60, di Dusun Sak-Sak RT 03/ RW 02.
Sementara dua yang lain juga akan menyusul dibangun yakni milik Suroso, 50, warga dusun Sak-Sak RT 3/ RW 2. Terakhir adalah rumah milik Samori, Dusun Krajan 1 RT 3/RW 2. Laki-laki berusia 46 yang hidup sendiri dengan kondisi rumahnya yang sudah banyak yang rusak..
"Untuk yang satu saat ini mulai dibangun sekitar 10 persen progresnya. Yang dua akan segera menyusul," katanya.
Sukseskan Program Ketahanan Pangan-Koperasi Desa
Program ketahanan pangan dan koperasi desa menjadi program yang diwajibkan pemerintah pusat agar setiap desa menjalankan program tersebut. Begitupula dengan Desa Sepuh Gembol.
Saat ini program ketahanan pangan di desa ini sudah mulai berjalanan. Pemdes Sepuh Gembol memilik peternakan sapi. Total sapi yang sudah dimiliki adalah empat ekor, dan masih akan bertambah lagi.
Menurut Mulyadi selaku Kaur Keuangan Desa, peternakan sapi disesuaikan dengan kebanyakan ternak yang dimiliki masyarakat setempat. Sapi tidak dibeli sekaligus, untuk antisipasi banyaknya wabah penyakit yang mengancam ternak.
"Saat ini kami masih punya empat dan akan bertambah. Kemarin wabah penyakit ternak sangat tinggi karena khawatir tertular jadi kami beli bertahap," kata Mulyadi.
Nantinya sapi-sapi itu akan digemukkan lalu setelah itu bisa dijual. Sehingga modalnya dapat menjadi pendapatan desa. Pemdes berharap ternak tersebut aman dari wabah penyakit.
Di sisi lain, desa juga sudah mengawali pembentukan koperasi merah putih, Pemdes Sepuh Gempol sudah membentuk kepengurusan dan anggota. Kini sudah ada sekitar 15 anggota yang terdiri dari 5 pengurus, lalu 3 pengawas dan sisanya adalah anggota koperasi desa ini.
Kopdes ini dibentuk untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dengan sistem partisipasi, gotong royong dan kekeluargaan. Pemdes berharap adanya koperasi ini juga dapat meningkatkan ekonomi pemerintah desa sehingga pembangunan masyarakat dapat lebih masif dilakukan.
Mulyadi menambahkan konsep awal yang dirancang terkait kopdes merah putih ini nantinya akan dikembangkan menjadi sebuah wirausaha milik desa. Karena mayoritas masyarakat di sana adalah petani, maka usaha yang dirancang adalah usaha supplier pupuk. "Kkarena petani kan pasti butuh pupuk. Jadi kami rasa itu cocok," ujarnya.
Meski masih baru konsep awal, pemdes berharap banyak koperasi ini dalam berjalan dengan baik dan sukses. Sehingga mampu meningkatkan perekonomian desa dan meningkatkan pembangunan masyarakat. (ran/fun/*)
Rencana Pembangunan Desa Sepuh Gembol Tahun 2025
- Ketahanan Pangan peternakan empat ekor sapi Rp 200.000.000
- Pavingisasi di Dusun Jati RT 04/ RW 01 Rp 158.000.000
- Pavingisasi di Dusun Jati RT 05/RW 01 sepanjang 110 meter Rp 64.000.000
- Membangun TPT di Dusun Saksak RT 03/RW 02 Rp 65.000.000
- Membangun RTLH sebanyak tiga unit Rp 52.500.000