DRINGU, Radar Bromo-Warga Desa Randuputih, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo Minggu dinihari (8/6) dibuat geger. Terdengar suara ledakan dari rumah warga setempat.
Rumah yang terdengar suara ledakan itu diketahui milik Daryati. Sekitar pukul 01.00, saat ledakan terjadi, seisi rumah yang sedang terlelap, langsung terbangun.
Termasuk Daryati yang sehari-hari dikenal sebagai dukun lintrik.
Sukini, 85, ibu dari Daryati keluar rumah dan mencari sumber suara ledakan. Dia mengecek warungnya yang berada tepat di samping rumah.
Sebab, disangka ledakan itu berasal dari tabung gas elpiji yang ada di warung. Namun, rupanya kondisi warung baik-baik saja.
Sukini lanjut mengecek teras rumah. Saat itulah diketahui, kaca salah satu jendela di rumah itu pecah. Ada tiga lubang di kaca yang pecah.
Lalu, di sekitar ruang tamu berserakan batu-batu kecil. Di lokasi juga ditemukan bahan-bahal lain yang diduga dari bondet.
“Korban dan keluarganya tidak sadar karena mereka sedang tidur semua. Sudah malam soalnya. Dikiranya gas elpiji yang meledak, makanya tidak terlalu heboh,” kata Kapolsek Dringu Iptu Anshori.
Melihat batu kecil berserakan, korban menyadari ada yang melempar rumahnya dengan bahan peledak yang diduga bondet.
Apalagi, sempat terdengar deru sepeda motor matik malam itu dari depan rumah.
“Cuma dengar ada sepeda motor matik, larinya ke barat. Tidak sempat cek keluar,” kata Anshori.
Pihaknya mengaku sudah melakukan olah TKP di rumah korban. Sebanyak lima saksi yang berasal dari keluarga korban juga sudah diperiksa.
Anshori menjelaskan, batu dan material lain yang berserakan di ruang tamu belum dapat dipastikan berasal dari bondet.
Hanya bahan peledak dari mercon dan batu-batu kecil yang dibungkus plastik.
“Itu ada bahan untuk petasan, dibalut plastik dan diisi batu. Kalau ada gesekan ya meledak juga,” terangnya.
Korban sendiri saat diperiksa mengaku tak pernah punya musuh. Dia dikenal akrab dengan semua orang, terlebih tetangganya. Karenanya polisi masih menyelidiki motif dari peristiwa itu.
“Korban mengaku tidak punya musuh, bahkan akrab sama tetangganya. Jadi kami masih mendalami kasus ini,” ujarnya. (ran/hn)
Editor : Muhammad Fahmi