DRINGU, Radar Bromo-Suasana semangat dan antusiasme mewarnai pembukaan karantina pemilihan Duta Wisata Kakang Ayu Kabupaten Probolinggo Tahun 2025.
Karantina digelar di Balai Diklat BKPSDM, Dringu, Kabupaten Probolinggo, Senin-Rabu (2-4/6) .
Selama tiga hari, para para finalis ini akan dibekali berbagai pengetahuan.
Di hari pertama (2/6), ada materi kepariwisataan dan ekraf, english for tourism ambassador, public speaking.
Malam harinya dilanjutkan dengan pengenalan kakang ayu dan malam keakraban. Diakhiri dengan koreografi.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, menyampaikan apresiasi dan semangat kepada seluruh finalis yang telah berhasil melewati berbagai tahapan seleksi.
“Perlu saya sampaikan bahwa kalian semua adalah sosok-sosok terpilih yang berhasil lolos dari serangkaian tahapan seleksi yang tidak mudah,” ujar Heri.
“Mulai dari pendaftaran, tes tulis, wawancara, hingga uji minat dan bakat yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Dan hari ini, kalian adalah 10 besar Kakang dan 10 besar Ayu terbaik Kabupaten Probolinggo tahun ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Heri menekankan bahwa karantina bukan hanya sekadar pelatihan, melainkan fase pembentukan karakter duta wisata yang ideal.
“Karantina ini untuk membekali diri kalian sebagai duta wisata yang tidak hanya berpenampilan menarik, tetapi juga memiliki wawasan, disiplin, serta kepedulian terhadap isu-isu penting di Kabupaten kita tercinta. Kalian akan dinilai dalam penguasaan isu tematik seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, pajak daerah, hingga lalu lintas, “ katanya.
Selain untuk memilih duta wisata, nantinya para finalis juga akan menyandang gelar Kakang Ayu Sae Pendidikan, Kakang Ayu Sae Kesehatan, Kakang Ayu Sae Pajak, Kakang Ayu Sae Lingkungan Hidup dan Kakang Ayu Sae Lalu Lintas.
Heri berharap para finalis dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat.
“Gunakanlah kesempatan ini sebaik mungkin. Tidak semua orang bisa mendapatkan peluang untuk berada di posisi ini. Jadikan karantina ini sebagai momentum untuk belajar, berbagi, dan berproses menjadi pribadi yang lebih baik, serta membanggakan bagi keluarga, daerah, dan Kabupaten Probolinggo.” Katanya.
Ia juga mengingatkan agar para finalis menjaga kesehatan, disiplin waktu, dan mengikuti seluruh kegiatan dengan sungguh-sungguh menjelang malam grand final yang akan digelar pada Rabu, (4 /6), di Ruang Madakaripura, Kantor Bupati Probolinggo. (uno)
Editor : Muhammad Fahmi