MAKKAH, Radar Bromo- Kabar duka datang dari tanah suci Makkah, Minggu (2/6). Seorang jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo meninggal dunia di tanah suci akibat serangan jantung.
Dia adalah Miskam Sabar Satik, 51, warga Desa Karanganyar, Bantaran yang tergabung di Kloter 85 dari Syarikah Rawaf Mina.
Miskam dilaporkan meninggal pukul 10.00 WIB atau sekitar pukul 06.00 waktu Arab Saudi.
Pelaksana Penyelenggaraan Haji Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Probolinggo, Ervin Syarif Arifin mengatakan, kabar kematian itu sudah diterima pihaknya.
Namun, pihaknya belum mendapat surat kematian dari pemerintah Arab Saudi.
“Berdasarkan informasi terakhir korban mengalami serangan jantung. Namun, kami belum dikirim surat kematian korban. Sehingga detailnya kami belum mengetahui,” katanya.
Sesaat sebelum meninggal, korban sempat mengantar rekan sejawatnya beribadah ke Masjidil Haram.
Maklum, haji tahun ini bukan ibadah haji yang pertama bagi korban. Sehingga, dia relatif lebih hafal kondisi jalanan di sekitar Makkah.
Sampainya akhirnya, tiba-tiba korban tak sadarkan diri dan meninggal dunia.
Dia meninggal sebelum wukuf di Arafah, sehingga ibadah hajinya dibadalkan oleh pemerintah Indonesia.
“Kami badalkan nanti dari pemerintah, karena beliau belum wukuf di Arafah,” jelasnya.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, diketahui korban memang masuk dalam kategori jemaah istitaah dengan pendampingan obat.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Probolinggo, dr. Nina Kartika mengatakan, saat berangkat korban dinyatakan dalam kondisi baik secara fisik.
Bahkan, selama melakukan ibadah haji beberapa hari ini, fisik korban juga tak ada masalah berarti.
“Beliau memang masuk kategori istitaah dengan pendampingan obat. Namun saat berangkat kondisinya baik,” katanya.
Kemungkinan menurutnya, korban kelelahan selama di tanah suci, karena jadwal ibadah yang padat. Ditambah penyakit bawaan yang ia derita.
“Ibadah di sana sangat padat, kemungkinan kelelahan. Sehingga drop dan berdampak pada kesehatan jantungnya,” terangnya.
Korban Miskam diketahui sebagai jemaah haji kedua asal Kabupaten Probolinggo yang meninggal.
Sebelumnya, ada jemaah haji asal Klaseman, Kecamatan Gending yang meninggal di pesawat satu jam sebelum landing di Bandara King Abdul Azis Jeddah. (ran/hn)
Editor : Muhammad Fahmi