PEMBANGUNAN yang merata direalisasikan oleh Pemerintah (Pemdes) Desa Pendil, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Program ketahanan pangan menjadi prioritas, namun Pemerintah Desa tetap melakukan pembangunan infrastruktur desa.
Pemdes Pendil berupaya mewujudkan pemerintahan selaras dengan pemerintah pusat dan daerah. Karena itulah program yang telah direncanakan oleh pemerintah turut direalisasikan pada tingkat desa.
Salah satunya adalah membentuk koperasi merah putih yang telah direalisasikan oleh Pemdes Pendil Kamis (29/5) lalu.
Kepala Desa Pendil Machfuds mengatakan, pengurus koperasi merah putih Desa Pendil telah terbentuk.
Koperasi merah putih memiliki tujuan yang sangat baik yakni kembali menggeliatkan perekonomian masyarakat desa. Kemudian menampung UMKM yang ada di desa.
UMKM tersebut merupakan potensi wilayah desa yang perlu terus dikembangkan. Agar bisa terus eksis dan semakin berkembang.
Selain itu koperasi diharapkan juga dapat mewujudkan ketahanan pangan secara maksimal. Pasalnya dalam kepengurusan koperasi merah putih masyarakat dilibatkan langsung.
“Di era serba digital saat ini secara tidak langsung akan menumbuhkan rasa individualisme. Dengan adanya koperasi mudah-mudahan rasa gotong royong kembali tumbuh subur demi kemakmuran dan tujuan bersama yang ingin dicapai,” katanya.
Sementara di bidang ketahanan pangan, pemdes memperhatikan betul potensi wilayah yang dimilikinya.
Karenanya untuk menentukan unit usaha ketahanan pangan pemerintah desa berupaya memaksimalkan potensi yang ada tersebut. Maka diputuskanlah ketahanan pangan penggemukan sapi.
Untuk merealisasikan program ketahanan pangan tersebut, pemdes telah menganggarkan Rp 270 juta. Anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk pengadaan sapi yang nantinya akan dikelola oleh BUMDes.
Dengan sistem pemeliharaan bagi hasil dengan warga. Pengelola memberikan sapi yang akan digemukkan kepada warga. Setelah bobot sapi terpenuhi maka sapi akan dijual.
Dalam proses penggemukan tersebut pengelola akan melakukan pengecekan sekaligus evaluasi.
Sehingga program ketahanan pangan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Serta mampu memberikan pendapatan kepada desa.
“Ketahanan pangan kami rencanakan betul, agar berjalan optimal dan mendapatkan hasil yang maksimal. Maka ketahanan pangan berbasis potensi desa kami jalankan. Rencananya sapi akan dipelihara oleh 8 warga yang sudah berpengalaman memelihara sapi. Dengan sistem pemeliharaan gaduan,” bebernya.
Bangun Lima Ruas Jalan Agar Lebih Nyaman
Pembangunan infrastruktur turut menjadi sasaran pembangunan pemerintah desa. Pembangunan yang saat ini telah masuk rencana merupakan hasil musyawarah. Mulai dari musyawarah dusun hingga musyawarah desa. Dari musyawarah itulah kemudian rencana pembangunan diputus.
Tahun ini Pemdes Pendil memiliki memiliki rencana pembangunan 5 ruas jalan. Jalan tersebut memiliki dua fungsi yakni jalan menuju pemukiman sekaligus menuju areal pertanian milik warga.
Belum adanya pembangunan atau telah rusak dikeluhkan masyarakat. Sementara volume pengguna jalan cukup banyak. Sehingga pemerintah desa segera melakukan pembangunan.
“Kami sudah merencanakan pembangunan 5 ruas jalan. Jalan yang akan dibangun tersebut konstruksinya berbeda yakni rabat beton dan aspal lapen,” kata Kepala Desa Pendil Machfuds.
Pembangunan jalan tersebut diantaranya merabat beton 3 ruas jalan. Meliputi jalan sepanjang 112 meter di RT 27/RW 7, Dusun Krajan; kemudian jalan sepanjang 60 meter di RT 16/RW 5, Dusun Mangar; dan jalan sepanjang 162 meter di RT 9-10/RW 2, Dusun Sukun.
Lalu mengaspal 2 ruas jalan. Meliputi jalan sepanjang 158 meter di RT 18/RW 5, Dusun Mangar; dan jalan sepanjang 532 meter di RT 19/6, Dusun Asem Manis. Pembangunan lain yang dilakukan adalah membangun 3 unit RTLH dan 10 unit jamban.
Machfuds menambahkan, pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemdes merupakan infrastruktur yang dibutuhkan oleh masyarakat desa. Seperti jalan desa yang menjadi target pembangunan merupakan akses utama. Kondisinya yang kurang nyaman akan mengganggu aktivitas sehari-hari warga desa.
“Ruas jalan di RT 19/6, Dusun Asem Manis. Merupakan jalan penting dan memiliki banyak fungsi. Menuju pemukiman dan pertanian. Jalan ini juga menjadi penghubung dengan Desa Liprak Wetan dan Tarokan, Kecamatan Banyuanyar. Serta Desa Sebaung, Kecamatan Gending,” terangnya. (ar/fun/*)
Rencana Pembangunan Tahun 2025
- Merabat beton 3 ruas jalan. Diantaranya jalan sepanjang 112 meter di RT 27/RW 7, Dusun Krajan; kemudian jalan sepanjang 60 meter di RT 16/RW 5, Dusun Mangar; dan jalan sepanjang 162 meter di RT 9-10/RW 2, Dusun Sukun.
- Mengaspal 2 ruas jalan. Meliputi jalan sepanjang 158 meter di RT 18/RW 5, Dusun Mangar; dan jalan sepanjang 532 meter di RT 19/6, Dusun Asem Manis;
- Membangun 3 unit RTLH;
- Membangun 10 unit jamban.