Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Update Perbaikan Pipa Perumdam Bayuangga Probolinggo yang Bocor, Butuh 12 Jam Pasang Gilbout Joint, Ini Kondisi Terbaru

Inneke Agustin • Sabtu, 31 Mei 2025 | 04:21 WIB

 

BUTUH 12 JAM: Petugas Perumdam Bayuangga memasang giboult joint pada jaringan pipa JDU yang bergeser di Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (28/5) malam.
BUTUH 12 JAM: Petugas Perumdam Bayuangga memasang giboult joint pada jaringan pipa JDU yang bergeser di Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (28/5) malam.

PROBOLINGGO, Radar Bromo-Gilbout joint di pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) milik Perumdam Bayuangga Kota Probolinggo, akhirnya tuntas dipasang Kamis (28/5) malam. Pemasangan membutuhkan waktu 12 jam.

Kepala Bagian Teknik Perumdam Bayuangga Andi Ahmad mengatakan, setelah selesai membuat giboult joint, komponen penyambung pipa itu dibawa ke lokasi JDU yang bocor.

Tepatnya di selatan Balai Desa Tegalsiwalan, tepat di tepi sungai.

“Kamis (28/5) sekitar pukul 21.00, kami mulai pemasangannya dan syukur bisa selesai pada Jumat (29/5) siang sekitar pukul 09.00,” ujar Andi.

Menurutnya, pemasangan giboult joint itu memerlukan waktu 12 jam. Sebab, ukuran dan bentuknya yang dibuat secara custom karena pipa JDU merupakan peninggalan Belanda.

“Di lokasi kami juga membuka las-lasan perekat giboult joint. Setelah karet dan pengunci terpasang sempurna, giboult kami buka dan lingkarkan pada bagian yang bergeser,” terangnya.

“Baru kemudian kami kunci dengan baut secara presisi hingga air tak bocor lagi,” imbuhnya.

Pada rentang waktu pemasangan tersebut, seluruh pompa dimatikan. Meyisakan sumur bor di wilayah Wonoasih yang beroperasi.

Sehingga memang pada waktu tersebut, aliran air bersih sempat terhenti.

“Namun, setelah giboult joint terpasang secara sempurna, kami secara bertahap menghidupkan seluruh pompa,” jelas Andi.

Kini empat pompa milik Perumdam Bayuangga berfungsi normal. Tekanan air yang semula hanya separo atau 2,2 bar, kini kembali menjadi 5,2 bar.

“Aliran air ke rumah-rumah warga di Jaringan Utama sudah kembali normal. Tinggal yang ke jaringan-jaringan ujung. Seperti yang masuk-masuk ke gang itu butuh sekitar 2 hari untuk bisa normal kembali,” tutup Andi.

Diketahui, kebocoran ini terjadi sejak Senin petang (26/5), akibat pergeseran fondasi sisi timur yang menyebabkan pipa ikut bergeser. Dugaan sementara, penyebabnya adalah force majeure atau faktor alam.

Demi meminimalkan kehilangan air akibat kebocoran, Perumdam mematikan salah satu dari empat pompa utama.

Langkah ini menyebabkan tekanan air turun signifikan. Hal ini berdampak pada sekitar 20.854 sambungan rumah (SR) di Kota Probolinggo.

Untuk sementara, distribusi air bersih juga ditopang dari sumur bor di Kecamatan Wonoasih, masing-masing berkapasitas 14 liter per detik (lps) dan 30 lps.

Namun, kapasitas tersebut belum sepenuhnya mampu mencukupi kebutuhan seluruh pelanggan, mengingat 1 lps hanya mampu melayani sekitar 80 SR.

Perumdam Bayuangga lantas membuat giboult joint secara custom dan manual untuk memperbaiki kebocoran pada pipa yang bergeser tersebut.

Bahan dasar yang digunakan berupa besi tebal 1,2 sentimeter, yang dibentuk melingkar menggunakan bodem secara manual.

Setelah itu, bagian-bagian tersebut disambung dengan proses pengelasan dan penggerindaan untuk menyesuaikan diameter pipa. Ukurannya pun disesuaikan.

“Karena pipa berdiameter 18 inci, maka kami buat giboult berdiameter 19 inci, dengan penyesuaian overloop di sekitar 22 inci,” ungkap Andi pada Jawa Pos Radar Bromo, Kamis (28/5) lalu. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#tegalsiwalan #pipa bocor #ronggojalu #perumdam bayuangga #probolinggo