Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Polda Jatim Lakukan Olah TKP Digital Kecelakaan Maut Banjarsawah Probolinggo yang Renggut 4 Nyawa, Hasilnya…

Inayah Maharani • Kamis, 29 Mei 2025 | 17:35 WIB

OLAH TKP DIGITAL: Unit Laka Ditlantas Polda Jatim dan tim Unit Trafic Accident Analysis (TAA) melakukan oleh TKP digital di lokasi kecelakaan di Desa Banjarsawah yang menyebabkan 4 orang meninggal.
OLAH TKP DIGITAL: Unit Laka Ditlantas Polda Jatim dan tim Unit Trafic Accident Analysis (TAA) melakukan oleh TKP digital di lokasi kecelakaan di Desa Banjarsawah yang menyebabkan 4 orang meninggal.
 

TEGALSIWALAN, Radar Bromo–Sembilan titik dideteksi sebagai titik kejadian perkara dalam kecelakaan di Jalan Raya Lumajang, Desa Banjarsawah, Tegalsiwalan, Selasa (27/5) siang.

Hal ini diketahui setelah dilakukan olah TKP digital oleh Ditlantas Polda Jatim, Rabu (28/5).

Olah TKP digital dilakukan oleh Kanit Laka Ditlantas Polda Jatim bersama tim Unit Trafic Accident Analysis (TAA) dengan didampingi Unit Laka Satlantas Polres Probolinggo.

Tim mendatangi TKP kecelakaan dan menganalisis penyebab kejadian secara digital.

“Kecelakaan ini menjadi atensi Polda Jatim. Karena itu, mereka bersama tim kembali melakukan olah TKP secara digital,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota Ipda Aditya Wikrama.

Berdasarkan hasil analisis, tim menetapkan ada sembilan titik yang dideteksi sebagai titik kejadian perkara.

Mulai dari ruas jalan di sebelah kiri, tempat dump truck nopol W 8193 UR berjalan sebelum kecelakaan.

Lalu dump truck berpindah jalur dan menabrak pikap N 5828 EC dan satu kendaraan yang tidak diketahui nopolnya. Kemudian menabrak pembatas jalan hingga mendarat ke sungai kering.

Tim menganalisis kejadian mulai sebelum kecelakaan, saat kecelakaan, dan sesudah kecelakaan dengan menggunakan alat TTA.

Meski begitu, kata Aditya, pihaknya tak mengetahui betul apa saja hasil dari rekayasa kejadian itu.

“Hasilnya tim yang tahu, kami tidak tahu detailnya. Namun, ada sembilan titik yang dikukuhkan sebagai titik-titik kejadian,” pungkasnya.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan hasil olah TKP oleh Unit Laka Satlantas Polres Probolinggo, menurut Aditya, diduga kuat dump truck kehilangan fungsi rem. Sehingga, kendaraan hilang kendali.

Kondisi jalanan yang menurun dan menikung tajam juga turut menjadi penyebab kecelakaan tersebut. Sementara sopir dump truck diduga tak begitu memahami medan jalan.

“Namun, kami masih melakukan pendalaman. Sebab, sopir dump truck juga meninggal dalam kecelakaan ini,” katanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Lumajang, Desa Banjarsawah, Tegalsiwalan. Kecelakaan itu memakan lima korban jiwa dan empat di antaranya tewas di TKP.

Mereka adalah Ajes Muhammad Soleh, 24, sopir dump truck dan Hartomo Aji, 21, kernet.

Lalu pasangan suami istri pengendara motor, Moh Suhud, 44 dan Mawaddah Wafiyah, 39.  Satu orang mengalami luka-luka yaitu Puji Hariyono, 43, sopir pikap. (ran/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#tegalsiwalan #polda jatim #jalan lumajang #probolinggo #kecelakaan maut