Sebagai desa terluas dengan jumlah penduduk terbanyak di Kecamatan Bantaran, Desa Kramat Agung, terus menunjukkan geliat positif dalam pengembangan potensi ekonomi lokal. Pemerintah desa kini tengah bersiap membentuk Koperasi Merah Putih sebagai wadah untuk memfasilitasi pengelolaan dan pemasaran hasil pertanian serta produk UMKM.
Mayoritas warga Desa Kramat Agung, bekerja sebagai petani. Komoditas utama desa ini jagung dan cabai, yang selama ini menjadi tumpuan mata pencaharian masyarakat. Selain itu, terdapat produk khas lainnya yang tidak kalah menjanjikan yakni tape singkong.
“Tape khas Kramat Agung memiliki cita rasa unik, tanpa serat, dan kualitasnya nomor satu. Bahkan, saat dipasarkan dalam berbagai event, tape ini selalu laris manis,” ujar Kepala Desa Kramat Agung Abdullah.
Selain potensi ini, Pemerintah Desa Kramat Agung melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga mengembangkan program penggemukan bebek peking. Kini, ada 1.500 ekor bebek yang diternak. Bebek ini hanya butuh 35 hari untuk dipanen.
“Baru berjalan 20 hari, berat rata-rata bebek sudah mencapai satu kilogram. Potensi perputaran ekonominya sangat cepat. Program ini tidak hanya memperkuat peran BUMDes sebagai motor ekonomi desa, tetapi juga diharapkan dapat mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PAD) dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” jelas Abdullah.
Ia berharap, keberhasilan program ini dapat memotivasi masyarakat untuk ikut terlibat dalam usaha peternakan bebek pedaging secara mandiri. Ia optimistis bila keuntungannya terbukti, warga akan tertarik.
“Harapannya, Kramat Agung bisa menjadi lumbung bebek peking. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam desa, tapi juga untuk pasar luar desa, bahkan antardaerah. Bisa bekerja sama dengan depot atau penyedia makanan lainnya,” katanya.
Rencana pembentukan Koperasi Merah Putih, juga diharapkan menjadi penggerak utama pemasaran produk-produk unggulan dari Desa Kramat Agung. Koperasi ini akan menjadi pusat distribusi hasil pertanian seperti jagung dan cabai.
“Dengan koperasi, petani cukup menyetor hasil panen ke koperasi. Ini jelas menghemat waktu, tenaga, dan ongkos,” ujarnya.
Tak hanya komoditas pertanian, produk UMKM seperti tape khas desa juga akan dikelola melalui koperasi. Abdullah menyampaikan bahwa tape tersebut akan dikemas lebih menarik dan diberi label khas bertuliskan
“Desa Kramat Agung” agar memiliki identitas yang kuat di pasar. (gus/rud/*)
Sebar PJU di Semua Dusun
PEMERINTAH Desa Kramat Agung terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang merata dan tepat guna. Tahun ini, sejumlah program prioritas dijalankan demi mendukung aktivitas warga. Khususnya para petani yang menjadi tulang punggung desa.
Salah satu program unggulan tahun ini adalah pembangunan 27 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) yang disebar di seluruh dusun.
“Kami memilih PJU listrik biasa karena lebih hemat dalam perawatan dan tidak terpengaruh cuaca. Berbeda dengan solar cell yang sering kehilangan daya saat musim hujan, akibatnya cahaya jadi redup,” ujar Kepala Desa Kramat Agung, Abdullah.
Penambahan PJU ini difokuskan di area-area yang masih minim penerangan. Dengan harapkan mampu menunjang aktivitas warga yang kerap berlangsung hingga malam hari. Sekaligus menekan potensi gangguan keamanan.
“Mayoritas warga kami petani yang sering masih berada di sawah saat malam. Dengan PJU, jalan-jalan desa menjadi lebih terang dan aman,” katanya.
Selain penerangan jalan, pemerintah desa juga menjalankan program bedah rumah tidak layak huni (RTLH). Tahun ini ada tiga rumah warga yang akan diperbaiki. Pelaksanaannya akan dimulai setelah musim hujan.
Tak hanya itu, jalan desa juga menjadi perhatian penting. Pemerintah desa berencana mempaving dua jalan. Masing-masing di Dusun Tengah A dan Dusun Cawoan.
“Jalan tersebut merupakan akses utama menuju permukiman dan area persawahan warga. Jika dipaving, tentu akan lebih nyaman dilalui, terutama ketika warga membawa hasil panen,” ujar Abdullah. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando