PROBOLINGGO, Radar Bromo- Pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) Perumdam Bayuangga Kota Probolinggo di Jalan Ronggojalu, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, bocor. Syukur, tak sampai mati total. Hanya tekanannya berkurang. Kebocoran pipa utama ini terjadi sejak Senin (26/5).
Direktur Perumdam Bayuangga Kota Probolinggo Indra Sovia Jalal mengatakan, kebocoran disebabkan pergeseran fondasi penyangga pipa. Karena letaknya di area persawahan dan kini musim hujan, tanah labil dan bergeser.
“Fondasi ikut bergeser dan menyebabkan sambungan pipa bergeser hingga terjadi kebocoran. Ini merupakan kondisi force majeur akibat faktor alam,” jelasnya.
Pipa JDU berusia 47 tahun yang rusak ini berdiameter 18 inci. Pipa ini jaringan utama dan satu-satunya yang memasok air bersih dari Ronggojalu ke seluruh Kota Probolinggo.
“Hari pertama kami mencoba memperbaiki hingga dini hari, namun belum berhasil. Hari ini kami sedang membuat repair clamp berupa giboult joint berukuran 19 inci untuk merekatkan kembali bagian pipa yang bergeser,” kata Indra.
Kebocoran JDU ini berdampak terhadap layanan air bersih bagi sekitar 20.854 sambungan rumah (SR) di Kota Probolinggo. Tekanan air berkurang.
“Kami hanya mengoperasikan tiga pompa, sehingga tekanan air menurun dari 4,8 bar menjadi 2,2 bar. Tekanan memang turun, tapi tidak sampai mati total,” jelasnya.
Distribusi air bersih sementara juga ditopang oleh sumur bor di Kecamatan Wonoasih dengan kapasitas masing-masing 14 liter per detik (lps) dan 30 lps. Namun, kapasitas ini belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh pelanggan, mengingat 1 lps hanya bisa melayani sekitar 80 SR. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando