Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Delapan Domba Milik Warga Tegalsiwalan Probolinggo Amblas Dicuri

Inayah Maharani • Minggu, 25 Mei 2025 | 01:31 WIB

 

SEDIH: Suryalis, 80, menujukkan kandang domba miliknya. Delapan domba miliknya hilang dicuri Kamis (22/5).
SEDIH: Suryalis, 80, menujukkan kandang domba miliknya. Delapan domba miliknya hilang dicuri Kamis (22/5).

TEGALSIWALAN, Radar Bromo– Bagi Suryalis, 70, delapan domba yang dimilikinya adalah harta berharga. Dia berangan-angan, kelak domba-domba itu akan dijual saat keluarga membutuhkan uang. Namun apes, semua domba miliknya hilang.

Delapan domba itu diketahui hilang Kamis (22/5) pagi. Saat itu, sekitar pukul 03.30, korban terbangun dari tidurnya.

Dia lantas menuju sungai di belakang rumahnya yang ada di Dusun Krajan, Desa Sumberbulu, Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.

Begitu kembali ke rumah, korban berniat mengecek domba-domba miliknya.

Saat itulah, korban mendapati pintu kandang terbuka. Lalu, kandang dalam keadaan berantakan. Yang lebih mengagetkan, semua domba tidak ada di kandang.

Selain itu, daun bawang merah berserakan di lantai kandang yang terbuat dari bambu itu.

Padahal, rencananya, daun bawang itu akan digunakan untuk pakan dombanya.

“Sepertinya daun bawang ini sengaja disebar sama pencurinya di kandang. Supaya suara domba nggak kedengaran saat dikeluarkan dari kandang,” terang korban saat ditemui di rumahnya, kemarin (23/5).

Korban mengaku sudah curiga saat melihat daun bawang di luar kandang berantakan. Padahal, sebelumnya, daun bawang itu dimasukkan ke karung.

Begitu tahu semua dombanya hilang, korban membangunkan anaknya dan seisi rumah untuk membantu mencari.

Keluarga dan kerabat terdekat kemudian berpencar untuk mencari domba-domba yang hilang tersebut.

Namun, upaya pencarian tak membuahkan hasil.  Pelaku diduga sudah kabur jauh, sebab diperkirakan pencurian dilakukan sekitar pukul 02.00 dini hari.

Sedangkan, kejadian itu baru diketahui sekitar pukul 03.30.  “Sudah jauh (kaburnya), jadi tidak ketemu orangnya,” lanjutnya.

Dari total delapan domba yang hilang itu, lima ekor adalah domba jantan dan tiga ekor domba betina.

Dua domba betina di antaranya, berpostur besar sebab tengah mengandung.

Lis mengaku, dirinya sudah bertahun-tahun berternak domba. Sejak anaknya masih kecil hingga kini sudah menikah dan punya anak.

Awalnya dia hanya menggembala domba milik orang lain. Berkat ketekunannya, domba itu beranak pinak hingga sekarang.

“Saya memelihara domba itu biar suatu saat ketika butuh bisa dijual. Saya kan tidak punya penghasilan,” katanya sendu.

Akibat pencurian itu, korban diperkirakan mengalami kerugian lebih dari Rp 10 juta. Terlebih harga ternak saat ini mahal menjelang Hari Raya Idul Adha.

Meski merasakan sedih mendalam, Lis mengaku ikhlas. Sebab, menurutnya, kemungkinan besar domba-dombanya itu tak bisa kembali.

“Sepertinya tidak akan ketemu. Saya juga tidak tahu bagaimana caranya lapor polisi. Kami orang tidak punya,” pungkasnya. (ran/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#tegalsiwalan #curwan #pencurian #probolinggo