KANIGARAN, Radar Bromo–Pembangunan jalan tembus di GOR A. Yani, Kota Probolinggo, ternyata masih sebatas wacana. Belum ada sama sekali perencanaan dan kajian tentang wacana itu.
Karena itulah, dipastikan pembongkaran wall climbing di GOR A. Yani tidak akan dilakukan tahun ini. Termasuk pembongkaran fasilitas olahraga lainnya.
Hal ini jadi rekomendasi Komisi I DPRD Kota Probolinggo saat rapat dengan pendapat (RDP) membahas masalah tersebut Selasa (20/5) malam.
RDP ini dihadiri sejumlah pihak. Mulai Dispopar, KONI, FPTI, cabang olahraga (cabor), Bappedalitbang, Inspektorat, BPPKAD, dan sejumlah atlet panjat tebing.
RDP digelar setelah sebelumnya Komisi I sidak ke GOR A. Yani untuk melihat fasilitas wall climbing indoor di tempat itu.
Diketahui, sebagian fasilitas wall climbing indoor terlanjur dibongkar setelah wacana pembangunan jalan tembus itu mencuat.
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Probolinggo Zainul Fathoni setelah RDP menekankan, FPTI dan seluruh aktivitas olahraga di GOR A. Yani tidak terganggu oleh wacana apapun.
Termasuk wacana pembangunan jalan tembus yang belum jelas kajiannya.
”Dari hasil RDP, dipastikan pembangunan jalan tembus itu ternyata masih tahap wacana dan perencanaan. Belum ada kajian jelas terkait rencana besar itu. Jadi para atlet tetap bisa latihan di GOR A. Yani seperti biasanya,” katanya.
Pemkot Probolinggo, menurutnya, memang berencana merevitalisasi GOR A. Yani. Tempat itu akan direvitaliasi menjadi pusat olahraga yang memadai.
Karena itu, dibutuhkan kajian yang kompreherensif sebelum rencana itu direalisasikan.
Sehingga, ke depan revitalisasi itu tidak hanya bisa meningkatkan prestasi olahraga. Namun, juga meningkatkan ekonomi dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
”Jadi seharusnya, pemkot itu membuat kajiannya dulu. Kemudian dibuat grand design-nya. GOR A. Yani itu mau dibuat seperti apa. Baru kemudian dibangun, baik itu secara langsung atau bertahap. Sehingga, tidak mengorbankan atlet atau fungsi olahraga,” tuturnya.
Faktanya, sampai saat ini grand design revitalisasi GOR A. Yani belum ada. Bahkan, kajian awal pun belum ada.
Tiba-tiba saja wacana itu mencuat, sehingga kemudian menimbulkan miskomunikasi di lapangan.
Wakil Ketua Komisi I Amir Mahmud menambahkan, seharusnya ada komunikasi antara parapihak membahas masalah ini.
Mulai Dispopar, KONI, dan cabor. Sebab, GOR A. Yani di bawah pengelolaan Dispopar. Di sisi lain, fasilitas olahraga di GOR A. Yani selama ini diperuntukkan cabor dan atlet-atlet Kota Probolinggo.
Dengan cara itu, Dispopar dan KONI bisa mengetahui kebutuhan cabor dan atlet. Sehingga, nanti rencana revitalisasi GOR A. Yani juga bisa sesuai dengan kebutuhan cabor dan atlet.
“Kalau ada komunikasi kan enak. Tidak sampai terjadi salah komunikasi seperti ini, sampai menjadi polemik,” lanjutnya.
Anggota Komisi I Sibro Malisi mengungkapkan, semua rencana besar seharusnya melewati kajian atau perencanaan lebih dulu. Termasuk, wacana pembangunan jalan tembus di GOR A. Yani.
Faktanya, belum ada kajian terkait wacana itu. Memang, sempat ada konsultan perencana yang datang ke GOR A. Yani. Namun, itu bukan dari Dinas PUPR-PKP. Melainkan konsultan perencana yang ditugaskan Dispopar untuk melakukan perencanaan pemeliharaan rutin di GOR A. Yani.
”Tidak hanya cabor yang mengadu ke saya. Banyak wali atlet yang menanyakan dan meminta tempat latihan untuk tidak dibongkar. Karena atlet sudah terlanjur nyaman dan tidak mudah adaptasi ke lokasi latihan baru. Jadi kami minta tidak dibongkar,” lanjut Sibro.
Sekretaris Dispopar Kota Probolinggo Fajar Purnomo mengatakan, rencana pembangunan jalan tembus di GOR A Yani memang belum ada kajiannya. Karena itu, fasilitas olahraga di GOR A. Yani dapat digunakan seperti biasa hingga tahun depan.
Dispopar sendiri, menurutnya, memang menganggarkan dalam Perubahan APBD 2025 untuk GOR A. Yani.
Namun, anggaran itu untuk kegiatan pemeliharaan rutin. Mulai pengecatan pagar dan penataan lapak-lapak sisi selatan yang mangkrak. Tidak ada sama sekali anggaran untuk pembangunan jalan tembus.
”Memang sempat ada rapat pembahasan tentang pembangunan jalan tembus tersebut. Tetapi, tidak sampai ada kajian atau perencanaan pembangunan untuk tahun ini. Sehingga, kegiatan olahraga GOR A. Yani tetap bisa berlangsung seperti biasanya,” terangnya.
Sebelumnya, mencuat wacana pembangunan jalan tembus dan pembongkaran PKL di GOR A. Yani. Wacana itu membuat atlet TPFI Kota Probolinggo yang latihan di GOR A. Yani menjadi resah.
Mereka mendapat informasi bahwa wall climbing harus dibongkar demi pembangunan jalan tembus itu. Hingga akhirnya, FPTI mulai membongkar wall climbing indoor di sana. Walaupun, belum keseluruhan papan climbing dibongkar.
Dengan RDP ini, Komisi I minta agar atlet FPTI dan cabor lain, kembali fokus latihan. Sebab, mereka harus menghadapi Porprov Jatim dan Kejurnas. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi