PEMERINTAH Desa Sindetanyar, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, begitu serius menyiapkan dan merealisasikan program ketahanan pangan. Bahkan, tahun ini siap membuka dua unit usaha sekaligus.
Pemerintah Desa Sindetanyar memastikan rencana program ketahanan pangan yang akan dijalankan tahun ini sudah matang. Termasuk mempertimbangkan potensi alam dan sumber daya manusia (SDM) sebagai dasar dalam merintisnya.
Kepala Desa Sindetanyar Su'ud mengatakan, ketahanan pangan berbasis potensi desa akan lebih maksimal. Setelah mempertimbangkan ketersediaan anggaran, kini ada dua unit usaha yang akan direalisasikan. Peternakan sapi dan produksi tusuk sate.
“Kami menganggarkan Rp 163 juta untuk ketahanan pangan. Anggaran ini untuk dua unit usaha. Rp 83 juta untuk ternak sapi dan Rp 80 juta untuk produksi tusuk sate,” katanya.
Peternakan sapi dipilih setelah mempertimbangkan dua hal. Yakni, banyaknya stok pakan dan SDM pengelolanya. Dua unsur ini menjadi bagian penting dalam peternakan sapi. “Kandang komunal di Dusun Kolor sudah tersedia. Tinggal pengadaan sapi dan pakan saja,” jelasnya.
Sedangkan, unit usaha produksi tusuk sate dipilih juga karena ketersediaan bahan baku. Pasarnya juga luas. Sejauh ini produsen tusuk sate masih terbatas. Pemerintah desa menangkap ini sebagai peluang bisnis.
“Anggaran yang sudah tersedia akan dibelikan alat produksi dan bahan baku. Sisanya akan digunakan untuk biaya operasional. Ketahanan pangan realisasinya akan dilakukan oleh BUMDes,” ujarnya.
Tingkatkan Kualitas Jalan-Bangun Drainase
Pembangunan infrastruktur tak luput dari program Pemerintah Desa Sindetanyar. Dengan memaksimalkan anggaran, kualitas sejumlah infrastruktur terus ditingkatkan.
Di Desa Sindetanyar, ada belasan ruas jalan. Sejauh ini ada beberapa jalan yang kondisi baik karena sudah tersentuh pembangunan dan peningkatan kualitas. Namun, ada juga yang masih berkonstruksi tanah, makadam, atau sudah rusak lagi, sehingga perlu dilakukan pembangunan secara berkelanjutan.
Kepala Desa Sindetanyar Su'ud mengatakan, anggaran pemerintah desa terbatas. Karenanya, dalam menyusun rencana pembangunan harus benar-benar mempertimbangkan manfaatnya. “Pembangunan dan peningkatan kualitas jalan saat ini masih tetap menjadi sasaran. Jalan yang nyaman memang dibutuhkan oleh masyarakat,” katanya.
Tahun ini, pemerintah desa telah mengaspal jalan sepanjang 300 meter di RT 1-2/RW 1, Dusun Krajan. Jalan ini menjadi akses menuju permukiman penduduk dan areal pertanian.
Sebelumnya, jalan ini pernah diaspal. Karena termakan cuaca dan waktu, rusak. Karenanya, pemerintah desa kembali memperbaikinya dengan sistem aspal lapisan penetrasi (lapen). “Jalan sudah dilintasi warga untuk berkegiatan sehari-hari,” ucapnya.
Pemerintah desa juga akan membangun drainase sepanjang 136 meter di RT 5/RW 3, Dusun Kolor. Persis di tepi jalan. Keberadaannya dibutuhkan karena ketika hujan, jalan ini kerap tergenang.
“Kami mendapatkan keluhan tidak ada pembuangan air setelah hujan. Lalu, kami rencanakan pembangunan drainase untuk mengatasinya,” ujar Su’ud. (ar/rud/*)
Editor : Ronald Fernando