SUMBERASIH, Radar Bromo- Kecelakaan maut terjadi di ruas Jalan Raya Tongas, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.
Selasa (20/5) dini hari, tiga kendaraan terlibat kecelakaan beruntun. Seorang kernet truk, Widodo Cahyono Putro, 25, meninggal di lokasi kejadian.
Tiga truk itu adalah truk boks tronton bernopol B 9771 FEV, truk towing bernopol AE 9262 SJ, dan truk boks tronton bernopol N 8604 UQ. Kecelakaan maut ini terjadi sekitar pukul 02.12.
Kala itu, tiga truk ini beriringan dari timur atau arah Probolinggo. Tronton bernopol N 8604 UQ yang dikemudikan Mochamad Subagyo, 44, warga Desa Wringianom, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, berada paling depan.
Di belakangnya melaju truk towing yang dikemudikan Andrika Noviyan Pratama, 28, didamping kernenya, Widodo Cahyono Putro, 25.
Mereka sama-sama berasal dari Desa Tungkulrejo, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi. Mereka diikuti oleh truk boks tronton bernopol B 9771 FEV yang dikendarai Achmad Deni Andrianto, 29, warga Desa Plumbungan, Kecamataan Sukodeni, Kabupaten Sidoarjo.
Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP) di perlintasan kereta api di Desa Crahtulis, Kecamatan Tongas, Subagyo menghentikan laju truknya. Kebetulan saat itu, palang pintu kereta api tertutup karena ada kereta hendak melintas.
Langkah Subagyo diikuti oleh sopir truk towing, Andrika. Mereka menunggu kereta lewat. Ketika mereka sudah berhenti, mendadak dari belakang mereka diseuruduk oleh truk tronton bernopol B 9771 FEV, dikendarai Deni.
Bahkan, truk tronton itu sampai naik ke towing. Truk towing ini juga tergerak maju dan menyeruduk truk yang disopiri Subagyo. Truk yang dikendarai Andrika bersama Widodo, pun ringsek. Mereka terjepit di kabin truk. Nahas, nyawa Widodo tak tertolong. Ia meninggal dunia di TKP.
Kanitlaka Polres Probolinggo Kota Ipda Farouk Rahmad Hidayat mengatakan, Achmad Deni Andrianto diduga mengantuk.
Ia tak sadar kendaraan-kendaraan di depannya tengah berhenti karena akan ada kereta api yang melintas. “Sopir diduga kurang fokus memperhatikan arus lalu lintas di depannya karena mengantuk,” katanya.
Atas kejadian ini, truk yang dikendarai Andrika dan Widodo rusak parah disegala sisi. Terutama di bagian depan. Widodo meninggal di tempat, sedangkan Andrika mengalami luka ringan. Mereka dilarikan ke RSUD Tongas.
“Satu korban mengalami luka ringan. Satu korban lagi meninggal di TKP,” jelas Farouk. Korban yang lain tak mengalami luka serius.
Akibat kejadian ini, lalu lintas kendaraan sempat terhambat. Proses evakuasi truk bernopol AE 9262 SJ dan truk tronton bernopol B 9771 FEV butuh waktu lama.
Beruntung hari masih pagi, sehingga volume kendaraan tak terlalu padat. “Evakuasinya sekitar pukul 07.00 karena harus diderek,” ujar Farouk. (ran/rud)
Editor : Ronald Fernando