PEMERINTAH Desa Besuk Agung, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, berupaya menyeimbangkan realisasi pembangunan infrastruktur desa dengan program pemberdayaan masyarakat desa. Semuanya demi meningkatkan kesejahteraan warga.
Berada tak jauh dari pusat pemerintahan kecamatan, membuat Desa Besuk Agung harus memiliki infrastruktur yang baik. Terutama jalan. Baik ruas jalan poros hingga jalan pelosok dusun harus baik serta nyaman dilintasi.
Kepala Desa Besuk Agung Hafifun Nasir mengatakan, pemerintah desa berkomitmen terus melakukan peningkatan kualitas jalannya. Namun, karena ketersediaan anggaran, membuat realisasinya harus dilakukan bertahap.
Realisasi titik pembangunan dilakukan secara kondisional. Menyesuaikan tingkat kerusakan dan volume pengguna jalan. “Pembangunan infrastruktur sampai saat ini masih menjadi perhatian. Setiap tahun kami bangun. Kami memang menargetkan jalan desa semuanya nyaman," katanya.
Tahun ini, pemerintah desa berencana membangun dua ruas jalan. Meliputi pavingisasi jalan dan drainase sepanjang 75 meter di RT 4/RW 2, Dusun Krajan. Serta, pavingisasi jalan sepanjang 145 meter di RT 8/RW 3, Dusun Taman 2.
Jalan yang dibangun ini memiliki dua fungsi. Yakni, jalan menuju permukiman penduduk sekaligus jalan usaha tani. “Kami pilih paving karena cocok dengan lingkungan sekitar. Jika ada kerusakan lebih mudah memperbaiki. Tidak memerlukan biaya pemeliharaan yang banyak,” tuturnya.
Pemerintah desa juga berencana merealisasikan program ketahanan pangan berupa penggemukan sapi. Program ini dipilih setelah mempertimbangkan potensi wilayah desa. Baik potensi geografis maupun potensi sumber daya manusia pengelolanya.
Untuk merealisasikannya, pemerintah desa telah menganggarkan Rp 157 juta. Anggaran ini akan digunakan untuk pengadaan sapi, kandang, dan pakan selama proses penggemukan. “Prospeknya cukup bagus. Realisasinya nanti berkoordinasi dengan BUMDes,” jelasnya. (ar/rud/*)
---------------------------------
Perhatikan Tumbuh Kembang Balita
PEMBANGUNAN yang dilakukan Pemerintah Desa Besuk Agung tidak hanya menyasar pada pembangunan bersifat fisik. Pemerintah desa juga berusaha memenuhi kebutuhan gizi harian balita. Tujuannya, untuk memastikan asupan gizi tercukupi dan tumbuh kembangnya lebih baik.
Pemenuhan gizi balita memiliki dampak besar bagi pertumbuhannya. Gizi yang tidak tercukupi akan menyebabkan anak stunting. Dalam jangka panjang, stunting akan menyebabkan anak kesulitan belajar, penyakit jantung, dan pembuluh darah.
Karena itu, pemenuhan gizi sangat diperlukan. Di sisi lain, pemenuhan gizi harian sangat dipengaruhi kondisi ekonomi masyarakat. Karena itu, pemerintah desa turun tangan mengalokasikan anggaran untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
“Gizi balita kami perhatikan. Pelaksanaan Posyandu dilakukan rutin di Dusun Mronggian, Krajan, Taman 2, Taman 1, dan Plakpah. Dengan jumlah balita 192 anak. Mereka rutin melakukan pemeriksaan sekaligus mendapatkan PMT,” ujar Kepala Desa Besuk Agung Hafifun Nasir.
Pemerintah desa juga berusaha membangun karakter generasi muda yang beradab dan tata krama. Salah satunya melalui lomba tartil dan tahfiz untuk santri dan anak-anak di sekitar desa.
“Lewat lomba tartil dan tahfiz ini, kami ingin menanamkan fondasi akhlak yang kuat bagi anak-anak. Harapannya, mereka tidak hanya cerdas dalam hafalan Alquran, tetapi juga memiliki karakter yang santun dan menghargai sesama,” katanya.
Hafifun Nasir juga mengajak seluruh warga untuk bersama-sama membangun desa. Pemerintah desa, siap dan terbuka terhadap semua bentuk masukan dan usulan dari masyarakat. Baik secara lisan maupun tertulis. Yang terpenting, memberikan kontribusikan ide terbaik demi kemajuan Desa Besuk Agung. (ar/rud/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2025
- Mempaving jalan dan drainase sepanjang 75 meter di RT 4/RW 2, Dusun Krajan.
- Mempaving jalan sepanjang 145 meter di RT 8/RW 3, Dusun Taman 2.
- Membangun RTLH 6 unit.
Editor : Fahreza Nuraga