PEMKOT Probolinggo kedatangan tamu penting. Rabu (14/5), Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, berkunjung ke Kota Probolinggo. Ia melakukan monitoring dan evaluasi (monev) peraih Kelurahan Bersih dan Lestari (BERSERI).
Kamis (15/5), giliran tim verifikasi program Kelurahan BERSERI Provinsi Jawa Timur 2025 yang datang. Pada hari pertama, tim monev menuju Kampung Darling RT 06/RW 08 Kelurahan Sumbertaman. Tim monev takjub dan terpukau dengan perkembangan lingkungan Kelurahan Sumbertaman, yang mempertahankan predikat Kelurahan BERSERI.
Kelurahan Sumbertaman sudah sejak 2012 lalu meraih predikat Kelurahan BERSERI. Artinya, meski 13 tahun berlalu, namun pembiasaan yang dilakukan warga sekitar malah membuat Kampung Darling ini semakin eksis, membuat lingkungan nyaman dan indah.
“Kami sangat mengapresiasi. Inilah pemenang yang sebenarnya. Kelurahan Berseri di sini ternyata bukan sekadar predikat, tapi sudah menjadi motivasi dan mengubah gaya hidup warga sekitar berpartisipasi aktif menata lingkungan secara holistik,” ujar Plt Kepala DLH Provinsi Jawa Timur Nurcholis didampingi Pembina Kampung Darling Budi Krisyanto.
Pada hari kedua, giliran dua kelurahan di Kota Probolinggo yang mendapat kunjungan tim. Ya, tahun ini, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok dan Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, adalah dua di antara 213 desa/kelurahan yang dikunjungi tim penilai Kelurahan BERSERI.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin Sp.OG (K)., M.Kes. mengaku begitu mengapresiasi kehadiran tim verifikasi Kelurahan BERSERI di Kota Probolinggo. Mereka tak hanya menilai, namun juga memberikan pembinaan.
“Kami, Kota Probolinggo meski sekarang masih di tingkat Pratama, paling tidak punya standar seperti apa Kelurahan BERSERI bagi Kota Probolinggo. Tentu ini akan kami tularkan kepada RT-RT, bahkan kelurahan-kelurahan lainnya,” ujarnya.
Wali Kota optimistis, tahun depan, 27 kelurahan lainnya di Kota Probolinggo, juga akan segera menyusul merangsek naik masuk kategori Kelurahan BERSERI. “Kami sangat mendukung kegiatan Kelurahan BERSERI tingkat provinsi ini. Mengingat efek dan dampaknya bagi Kota Probolinggo, khususnya dari kelurahan-kelurahan, sangat berarti,” ungkapnya.
Menurutnya, memang perlu ada media atau tool yang terus dipertahankan, sehingga proses ini lambat laun menjadi sebuah budaya pembiasaan bagi seluruh masyarakat. Agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, bagaimana pengolahan sampahnya, konversi alam, hingga peran serta partisipasi masyarakat. “Kalau sudah maksimal, tentu akan berimbas pada pembangunan nasional secara keseluruhan,” ujar Wali Kota.
Bukti keseriusan Wali Kota bersama Wakil Wali Kota Hj. Dwi Ina Lestari terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kota Probolinggo, salah satunya dengan menyediakan satu kendaraan roda tiga satu kelurahan. Kini mulai direalisasikan dalam Program 100 Hari Kerja.
Tim verifikasi yang dipimpin oleh Subarja, juga mengapesiasi peran warga. Khususnya di Kelurahan Jrebeng Lor. “Ada dua lokasi, yakni RW 04 dan RW 08. Di sanalah ada tempat yang luar biasa yang dimanfaatkan sebagai tematik anggur. Bila langkah ini juga diikuti peran warga seluruh kota untuk ikut mulai menanam anggur, bahkan di pinggir-pinggir jalan, bukan tidak mungkin anggur sebagai ikon di Kota Probolinggo, benar-benar terwujud,” katanya.
Tak hanya soal tematik, sampah juga mampu berkurang hingga 40 persen. Artinya, permasalahan dari hulu, tengah, hilir selesai.
“Kami juga melihat kolaborasi antarwarga baik RT/RW sudah bisa mengelola lingkungan. Tematik itu bukan sekadar memunculkan destinasi wisata baru, tapi potensi untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai investasi kota. Termasuk pengembangan konservasi energi dan konservasi air. Sementara, untuk ketahanan pangan luar biasa. Semoga apa yang sudah dilakukan, bisa ditularkan ke RT-RT, bahkan kelurahan-kelurahan lainnya,” katanya.
Program Kelurahan BERSERI ini sudah berlangsung lama. Sejak 2012 dan sejauh ini terus berjalan. Namun, dari 8.501 desa dan kelurahan se-Jawa Timur, yang mendapatkan penghargaan baru 1.136 desa dan kelurahan. Baik kategori Pratama, Madya, maupun Mandiri.
“Mudah-mudahan selangkah Kelurahan BERSERI di tahun 2025 ini akan berdampak besar bagi kelurahan-kelurahan yang telah menyandang Pratama, Madya, maupun Mandiri. Termasuk salah satunya dari Kota Probolinggo. Inilah harapan kami,” ujar Subarja diamini Wali Kota dan seluruh rombongan. (adv/el)
Editor : Fahreza Nuraga