PROBOLINGGO, Radar Bromo - Ratusan calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Probolinggo, awalnya tergabung dalam tiga kelompok terbang (kloter). Namun, kini pecah menjadi tujuh kloter.
Pemecahan ini berdasarkan aturan yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi terkait sistem syarikah. Atau, sistem yang menggabungkan para jemaah berdasarkan syarikah atau agen travel yang disetujui oleh Kementerian Haji Arab Saudi.
Pelaksana Penyelenggara Haji Umrah Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Ervin Syarif Arifin mengatakan, pihaknya harus kembali menggabungkan para CJH agar tak terpisah dengan mahromnya.
“Ada sistem baru yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi. Kesulitan kami karena harus menggabungkan mana suami dan istri atau CJH lansia dengan pendampingnya,” katanya.
Setelah dipetakan, rupanya ada tujuh kloter untuk CJH Kabupaten Probolinggo. Di antaranya kloter 83, 84, 85, 88, 89, 90, dan 96. Mereka akan berangkat mulai Senin 26 Mei hingga Jumat 30 Mei.
Kloter 83 syarikah Rakeen Masyarik yang berisikan 105 jemaah akan berangkat pada Senin (26/5), pukul 17.35. Kloter 84 dan 85, syarikah Rawaf Mina yang berisi 376 jemaah akan berangkat pada Senin (26/5), pukul 19.50. Kloter 85 berisi 348 jemaah akan berangkat pada hari yang sama, pukul 22.25.
Kloter 88, syarikah Alfiradah berisi 39 CJH. Mereka akan berangkat Rabu (28/5), pukul 02.15.
Sementara, kloter 89 juga berangkat pada hari yang sama pukul 05.15. mereka masuk syarikah MCDC yang berisi sebanyak 3 jemaah.
Kloter 90, Syarikah Rawaf Mina. Mereka berisi 2 CJH yang berangkat pada Kamis (29/5), pukul 06.30. Terakhir syarikah Rehlat Manafea, kloter 96 berisi 23 jemaah. Mereka akan berangkat pada Jumat (30/5), pukul 18.30.
“Yang satu syarikah isinya 376 orang, mereka berangkat bersama. Sementara, yang kurang akan digabung dengan CJH yang lain,” ujar Ervin. (ran/rud)
Editor : Ronald Fernando