Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dam Kelep Tersumbat Sampah, Sungai Legundi di Kota Probolinggo Meluap

Arif Mashudi • Rabu, 14 Mei 2025 | 02:53 WIB
PENUH SAMPAH: Sampah yang menumpuk di Dam Kelep, Kecamatan Kademangan, dibersihkan menggunakan excavator long hand, Senin (12/5) malam.
PENUH SAMPAH: Sampah yang menumpuk di Dam Kelep, Kecamatan Kademangan, dibersihkan menggunakan excavator long hand, Senin (12/5) malam.

KADEMANGAN, Radar Bromo- Hujan deras di kawasan hulu Sungai Legundi, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, membuat volume air sungai ini meningkat. Bahkan, air sampai meluap ke jalan, Senin (12/5) malam. Ternyata, Dam Kelep, Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, tersumbat sampah.

Tinggi air diperkirakan mencapai 325 sentimeter. Luapan air memang tak sampai masuk permukiman warga. Namun, air meluap hingga ke jalan mulai pukul 21.00. Arus lalu lintas di Jalan Prof. Dr. Hamka, Kota Probolinggo, sempat dialihkan ke Jalan Brantas sampai pukul 23.00.

“Tadi sore ada hujan di daerah selatan selama dua jam. Akibatnya, aliran Sungai Legundi meluap,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo Sugito Prasetyo.

Banjir membawa beragam sampah. Mulai dari potongan pohon, bambu, dan sampah plastik. Tak heran, Dam Kelep sampai tersumbat. Karena itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPR PKP) Kota Probolinggo pun menurunkan satu unit excavator long hand untuk menormalkan arus sungai.

“Kami perlu angkat sampahnya menggunakan alat berat dari Dinas PU,” katanya. Sekitar satu jam proses pengangkatan sampah dari sungai rampung. Aliran air pun kembali normal.

Malam itu, Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari langsung turun meninjau lokasi dan kondisi banjir.

“Alhamdulillah, penanganan dari BPBD dan relawanan, tim reaksi cepat tanggap. Jadi, banjir kiriman itu tidak sampai mengakibatkan permukiman dan rumah warga ikut banjir,” katanya.

Mengatasi banjir ini, kata Ina, perlu peran serta masyarakat untuk memantau kondisi aliran Sungai Legundi. Selain itu, jangan sampai ada warga yang membuang sampah ke sungai. Karena dapat mengakibatkan banjir.

“Perlu ada upaya penanganan bersama lintas OPD (organisasi perangkat daerah) di Kota Probolinggo. Termasuk menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Supaya ke depan tidak terjadi kembali banjir kiriman yang mengakibatkan banjir luapan dari Sungai Legundi,” jelasnya. (ran/mas/rud)

Editor : Ronald Fernando
#kademangan #sungai #banjir #sampah #pohsangit kidul