Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Desa Purut Lumbang di Probolinggo Siap Desa Tematik dengan Wujudkan Lingkungan Hijau

Inneke Agustin • Rabu, 14 Mei 2025 | 02:53 WIB
HIJAU: Sekretaris Desa Purut, Sutiyarso saat melihat ribuan bibit jeruk purut untuk program desa tematik
HIJAU: Sekretaris Desa Purut, Sutiyarso saat melihat ribuan bibit jeruk purut untuk program desa tematik

DESA Purut, Kecamatan Lumbang terus menunjukkan geliatnya membangun dengan basis potensi lokal. desa dengan wilayah terluas dan jumlah penduduk terbanyak di Kecamatan Lumbang yakni sekitar 1.700 kepala keluarga, Desa Purut didominasi warga yang bekerja sebagai petani dan peternak.

Kini, desa ini tengah bersiap bertransformasi menjadi desa tematik dengan mengusung konsep lingkungan hijau dan berkelanjutan.

Salah satu langkah konkret yang digencarkan adalah penanaman 1.000 pohon jeruk purut di sepanjang jalan desa dan pekarangan rumah warga.

Program ini diinisiasi pemerintah desa (Pemdes) bersama masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

RAMPUNG: Kasi Kesra Desa Purut, Abdul Latif di rumah warga yang menerima bantuan RTLH di Dusun Sulur.
RAMPUNG: Kasi Kesra Desa Purut, Abdul Latif di rumah warga yang menerima bantuan RTLH di Dusun Sulur.
NYAMAN: Sekretaris Desa Purut, Sutiyarso (kiri) dan Kasi Pembangunan Desa Purut, Suhartono mengecek lokasi pengaspalan RT 09/RW 02 Dusun Sepat, Desa Purut.
NYAMAN: Sekretaris Desa Purut, Sutiyarso (kiri) dan Kasi Pembangunan Desa Purut, Suhartono mengecek lokasi pengaspalan RT 09/RW 02 Dusun Sepat, Desa Purut.

Sekretaris Desa Purut, Sutiyarso menjelaskan bahwa pemilihan jeruk purut sebagai ikon desa bukan tanpa pertimbangan. Selain namanya yang sama dengan desa, tanaman ini memiliki banyak manfaat.

“Ini bagian dari upaya branding desa. Kami ingin menjadikan jeruk purut sebagai ciri khas Desa Purut. Dengan menanamnya di sepanjang jalan dan halaman rumah warga, kami berharap tercipta suasana yang asri, sejuk, dan khas,” ujarnya.

Setiap keluarga di desa ini akan menerima bibit jeruk purut yang dapat mereka tanam dan rawat di lingkungan rumah masing-masing.

Sementara itu, sebagian bibit lainnya ditanam di pinggir jalan utama sebagai penghias desa.

Tak hanya mempercantik lingkungan, jeruk purut juga dinilai memiliki potensi ekonomi. Daun dan buahnya bisa dijual ke pasar tradisional atau diolah menjadi produk tambahan kuliner dan ramuan herbal.

Selain menggagas desa tematik, Pemdes Purut juga aktif menggenjot kesejahteraan warga melalui program bantuan rumah tidak layak huni (RTLH).

Tahun ini, tiga unit RTLH mendapat bantuan pembangunan. Salah satunya adalah rumah milik Snera, warga Dusun Sulur, yang kini progresnya telah mencapai 90 persen.

“Pekerjaan tinggal memasang pintu dan jendela. Setelah itu, rumah sudah siap dihuni dengan layak dan aman,” ungkap Kasi Kesra Desa Purut, Abdul Latif.

Latif menjelaskan, pemilihan penerima manfaat RTLH dilakukan melalui survei langsung dengan mempertimbangkan kondisi rumah dan ekonomi keluarga. Rumah Ibu Snera sebelumnya berdinding anyaman bambu dan sangat rentan rusak saat hujan atau angin kencang.

Program ini bertujuan agar warga yang tinggal di rumah tidak layak mendapat tempat tinggal yang aman dan sehat. Ini salah satu cara kami untuk mendorong kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.  

 

Tahun ini, pemdes setempat merealisasikan pengaspalan dua ruas jalan penting yang sebelumnya masih berupa jalan makadam dan kerap menyulitkan warga, terutama saat musim hujan.

Dua lokasi yang menjadi sasaran pengaspalan yaitu di RT 09/RW 02 Dusun Sepat sepanjang 500 meter dengan lebar 2 meter, serta di RT 18/RW 04 Dusun Randu Gugut sepanjang 530 meter dengan lebar serupa.

Pengaspalan ini disambut antusias oleh warga setempat, yang kini dapat menikmati akses jalan yang lebih nyaman dan aman.

“Dulu jalannya makadam, saat hujan jadi sangat licin. Sekarang Alhamdulillah masyarakat senang karena jalan sudah mulus dan tidak membahayakan,” kata Sekretaris Desa Purut, Sutiyarso.

Tak hanya menjadi akses utama menuju rumah, dua jalan tersebut juga berfungsi vital sebagai jalur penghubung ke berbagai fasilitas umum.

Warga menggunakannya untuk menuju sekolah, tempat ibadah, pasar, hingga puskesmas. Bahkan, petani pun kini lebih mudah mengangkut hasil panen dari sawah ke rumah maupun ke pasar.

“Bagi petani, ini sangat membantu. Mereka tidak lagi kesulitan membawa hasil tani karena kendaraan bisa masuk lebih dekat ke ladang,” imbuh Sutiyarso.

Peningkatan infrastruktur jalan akan terus dilakukan secara bertahap. Dalam waktu dekat, pemdes berencana membangun tembok penahan tanah (TPT) di Dusun Krajan. TPT ini akan menopang jalan yang menghubungkan permukiman dan area persawahan warga.

“TPT akan dibangun sepanjang 140 meter dengan tinggi 1 meter. Selain untuk menahan tanah, pembangunan ini juga bertujuan memperlebar jalan dari semula 1,5 meter menjadi 2,5 meter,” jelasnya.

Dengan adanya TPT, diharapkan badan jalan menjadi lebih kuat dan lebar, sehingga kendaraan roda empat pun nantinya bisa melintas dengan aman.

Hal ini tentunya akan semakin mempermudah mobilitas masyarakat, terutama saat panen raya.

Langkah bertahap pembangunan infrastruktur ini menjadi bukti nyata komitmen Pemdes Purut dalam meningkatkan kualitas hidup warga melalui akses jalan yang layak dan fungsional.

Jalan bukan hanya urusan pengaspalan, melainkan urat nadi yang menggerakkan roda kehidupan masyarakat desa. (gus/fun/*)

 

APBDES PEMERINTAH DESA PURUT TAHUN ANGGARAN 2025

PENDAPATAN
Pendaparan Asli Desa: Rp 10.000.000,00
Alokasi Dana Desa: Rp 502.582.447,00
Dana Desa: Rp 1.331.686.000,00
Bagi Hasil Pajak dan Retribusi: Rp 81.912.301,00
Bantuan Keuangan: Rp 100.000.000,00
JUMLAH PENDAPATAN: Rp 2.026.180.748,00

BELANJA
Penyelenggaraan Pemerintahan Desa: Rp 678.256.328,00
Pelaksanaan Pembangunan Desa: Rp 935.786.420,00
Pembinaan Kemasyarakatan: Rp 32.800.000,00
Pemberdayaan Masyarakat: Rp 0,00
Penanggulangan Bencana Darurat: Rp 113.000.000,00
JUMLAH BELANJA: Rp 1.759.842.748,00
SURPLUS (DEFISIT): Rp 266.338.000,00

Editor : Abdul Wahid
#desa purut #kecamatan lumbang #transparansi desa