Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cerita Lima Nelayan asal Probolinggo Terombang-ambing di Laut gara-gara Baling Kapal Patah

Inneke Agustin • Selasa, 13 Mei 2025 | 14:32 WIB
SELAMAT: Petugas Satpol Airud Polres Probolinggo berhasil mengevakuasi lima nelayan yang terdampar di tengah perairan Pulau Gili Ketapang, Minggu (11/5).
SELAMAT: Petugas Satpol Airud Polres Probolinggo berhasil mengevakuasi lima nelayan yang terdampar di tengah perairan Pulau Gili Ketapang, Minggu (11/5).

PROBOLINGGO, Radar Bromo-Lima nelayan asal Probolinggo ini mengalami pengalaman menegangkan saat mencari ikan. Kapal mereka sempat terombang-ambing selama berjam-jam di tengah laut lantaran baling-balingnya patah.

Insiden itu mereka alami Minggu (11/5) sore. Saat itu, sebuah kapal nelayan terdampar di perairan Pulau Gili Ketapang, Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Lima nelayan di kapal itu sempat terombang-ambing di tengah laut.

Nelayan asal Kota dan Kabupaten Probolinggo itu terombang-ambing selama berjam-jam sebelum akhirnya berhasil diselamatkan.

Mereka adalah Muh. Eka Hasan, 34; Khoirul Anwar, 42; Muh. Abi Bayu, 31; dan Surya Lasmana, 30, asal Kota Probolinggo.Yang terakhir Rahadi Kusmen, 36, asal Kabupaten Probolinggo.

Kasat Polairud Polres Probolinggo AKP I Wayan Mulyana mengungkapkan, kapal mereka terdampar di tengah laut setelah menabrak balok kayu.

Tabrakan itu membuat baling-baling kapal patah. Akibatnya, kapal tidak  bisa bergerak dan terdampar di tengah laut.

Informasi awal kecelakaan itu diterima Satpol Airud Polres Probolinggo Minggu (11/5) sekitar pukul 16.00.

Seorang kerabat Rahadi Kusmen melaporkan bahwa kapal kerabatnya itu mengalami kendala teknis dan tidak dapat kembali ke daratan.

“Setelah menerima laporan, kami langsung menindaklanjuti dengan mencari para nelayan itu,” jelas Wayan.

Pencarian dilakukan menggunakan dua buah kapal dengan dibantu sejumlah nelayan lokal. Setiap kapal terdiri atas lima personel. Satu kapal digunakan untuk mengevakuasi nelayan. Dan satu kapal lagi untuk menarik kapal nelayan yang rusak.

Pencarian sendiri berlangsung selama lebih dari enam jam. Hingga akhirnya sekitar pukul 22.30, kapal ditemukan di koordinat 7°41.21246' Lintang Selatan dan 113°18.27261' Bujur Timur, di wilayah perairan Gili Ketapang.

“Alhamdulillah, seluruh korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat,” kata Wayan.

Setelah ditemukan, kelima nelayan beserta kapal mereka dievakuasi ke pantai Kecamatan Sumberasih.

Wayan pun mengimbau kepada seluruh nelayan agar selalu memantau kondisi cuaca sebelum melaut.

“Jika kondisi cuaca dirasa tidak bersahabat, sebaiknya menunda keberangkatan demi keselamatan,” tegasnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#Terombang ambing #nelayan probolinggo #gili ketapang #laut