Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Terlilit Jaring, Nelayan asal Dringu Probolinggo Hilang di Laut

Inneke Agustin • Selasa, 13 Mei 2025 | 14:24 WIB
KOORDINASI: Petugas Satpol Airud Polres Probolinggo berkoordinasi dengan nelayan lokal untuk mencari Abdul Hanis, 45, nelayan asal Desa Randuputih, Kecamatan Dringu, yang jatuh ke laut.
KOORDINASI: Petugas Satpol Airud Polres Probolinggo berkoordinasi dengan nelayan lokal untuk mencari Abdul Hanis, 45, nelayan asal Desa Randuputih, Kecamatan Dringu, yang jatuh ke laut.

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Seorang nelayan hilang di perairan Gending, Kabupaten Probolinggo.

Abdul Hanis, 45, warga Desa Randuputih, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, hilang setelah jatuh ke laut, Senin (12/5) pagi.

Kasat Polairud Polres Probolinggo AKP I Wayan Mulyana menjelaskan, korban merupakan salah satu anak buah kapal (ABK) Kapal Motor Nelayan (KMN) Brazil. Kapal itu dinakhodai Hendrik Romadhoni, 27, warga Desa Randuputih.

Kapal tersebut mengangkut 15 ABK dan berangkat dari pantai Randuputih menuju perairan Gending, Senin (12/5) sekitar pukul 09.00 untuk menangkap ikan.

Sekitar pukul 09.30, kapal berhenti di titik koordinat 7°45'10,498”S dan 113°18'35,572”E.

Di sini, sejumlah ABK mulai menebar jaring, termasuk korban. Nahas, saat menebar jaring itu, tanpa disadari tubuh korban terlilit tali jaring. Dan begitu jaring jatuh ke laut, tubuh korban ikut tertarik tali.  Kemudian jatuh ke laut.

"Sebenarnya begitu mengetahui korban jatuh, para ABK yang lain segera memberi tahu nakhoda. Seluruh kru kapal lantas mencari korban di sekitar lokasi kejadian," ujar Wayan.

Sayangnya, upaya pencarian itu tidak membuahkan hasil. Korban tidak berhasil ditemukan.  

Informasi kecelakaan laut itu lantas segera diteruskan ke Bhabinkamtibmas Desa Randuputih dan Satpolairud Polres Probolinggo.

Tidak lama kemudian, tim dari Satpolairud bersama personel Kp-X 1007 BKO Polres Probolinggo menuju lokasi untuk ikut mencari korban.

Pencarian korban dilakukan dengan mengerahkan enam kapal nelayan lokal. Masing-masing kapal berisi 15 orang.

Baca Juga: Pompa Air Korsleting saat Penghuni Tertidur, Rumah Warga Dringu Probolinggo Ludes Terbakar

Di hari pertama itu, pencarian dilakukan di sekitar lokasi korban jatuh. Sebab, biasanya korban yang jatuh ke laut masih ada di sekitar titik jatuh di hari pertama.

“Kami menyisir area perairan tempat korban terakhir terlihat. Sampai saat ini, kami masih melakukan pencarian dengan harapan korban segera ditemukan,” kata Wayan.

Hingga Senin (12/5) malam, korban masih dalam proses pencarian oleh petugas gabungan dan para nelayan. Rencananya, area pencarian akan diperluas di hari kedua. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#pencarian #nelayan #abk #hilang di laut #dringu #probolinggo #abk tenggelam