Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Harga Bawang Merah di Probolinggo Merosot, Tak Ada Tengkulak dari Luar

Inayah Maharani • Jumat, 9 Mei 2025 | 14:00 WIB
TRANSAKSI: Sejumlah penjual dan pembeli bertransaksi di Pasar Bawang Dringu, Kabupaten Probolinggo.
TRANSAKSI: Sejumlah penjual dan pembeli bertransaksi di Pasar Bawang Dringu, Kabupaten Probolinggo.

DRINGU, Radar Bromo- Petani bawang merah di Kabupaten Probolinggo kini harus bersabar. Harga bawang merah kembali turun. Kini, harganya berkisar antara Rp 15 ribu sampai Rp 35 ribu per kilogram.

Turunnya harga bawang merah ini terjadi sejak dua minggu terakhir. Dengan harga yang murah, membuat petani semakin sulit mendapatkan keuntungan. Makin murahnya harga bawang ini, dikarenakan minimnya terkulak.

Koordinator Pasar Bawang Dringu Sugiyono mengatakan, bawang merah kecil harganya berkisar dari Rp 15 ribu hingga Rp 17 ribu per kilogram. Sedangkan, bawang merah tanggung kecil dihargai Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu per kilogram.

Sedangkan, untuk bawang tanggung harganya mulai dari Rp 24 ribu hingga Rp 26 ribu per kilogram. Harga bawang merah besar per kilogram antara Rp 31 ribu hingga Rp 33 ribu. Terakhir harga bawang merah super Rp 35 ribu per kilogram.

Menurut Sugiyono, harga tersebut turun sekitar Rp 2 ribu sampai Rp 5 ribu dari bulan lalu, Senin (21/4). Saat itu, harga bawang kecil masih di harga Rp 20 ribu sampai Rp 22 ribu per kilogram. Bawang merah tanggung kecil Rp 24 ribu sampai Rp 26 ribu per kilogram. Sedangkan, bawang merah tanggung Rp 28 ribu sampai Rp 30 ribu.

Harga bawang merah tanggung besar Rp 32 ribu sampai 34 ribu per kilogram. Sedangkan, bawang merah besar Rp 37 ribu. “Harganya sudah turun dibanding sebelum-sebelumnya. Bahkan, beberapa hari ini stagnan, tidak ada kenaikan dan penurunan,” jelasnya.

Makin murahnya harga bawang merah ini, kata Sugiyono, disebabkan tidak adanya tengkulak dari luar kota yang membeli barang ke Probolinggo. Ia menduga, bisa jadi di kota-kota lain kini sedang panen bawang merah. Jadi, kebutuhan barang merah di kota-kota lain banyak. “Tidak ada tengkulak dari luar. Kemungkinan di sana lagi panen,” katanya.

Fungsional Penjamin Mutu Produk Muda DKUPP Kabupaten Probolinggo Ridwan Hidayat mengatakan, penurunan harga bawang merah ini karena saat ini sudah mulai musim panen. “Biasanya turun karena sudah musim panen. Saat ini stoknya juga lumayan banyak dibandingkan sebelumnya,” ujarnya. (ran/rud)

Editor : Ronald Fernando
#bawang #Merah #petani