Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Desa Patemon Kulon di Pakuniran Probolinggo Perkuat Infrastruktur dan Sosial Lewat Program Strategis

Agus Faiz Musleh • Rabu, 7 Mei 2025 | 15:25 WIB
PROSES: Kepala Desa Patemon Kulon Muhammad saat memantau pembuatan PJU yang disiapkan untuk jalan di Dusun Krajan.
PROSES: Kepala Desa Patemon Kulon Muhammad saat memantau pembuatan PJU yang disiapkan untuk jalan di Dusun Krajan.

PEMERINTAH Desa Patemon Kulon, Kecamatan Pakuniran, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun desa supaya maju dan sejahtera. Melalui serangkaian program fisik dan sosial, pembangunan menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Kepala Desa Patemon Kulon Muhammad mengungkapkan, bahwa sejumlah program penting telah dan sedang dilaksanakan pada tahun ini. Fokusnya pada peningkatan infrastruktur dasar dan perlindungan sosial.

Salah satu program unggulan adalah pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) sebanyak 25 unit yang tersebar di Dusun Krajan.

PJU ini sangat bermanfaat bagi warga, terutama dalam meningkatkan keamanan dan kenyamanan saat beraktivitas di malam hari.

“Dengan adanya lampu penerangan jalan di Blok Krajan, masyarakat bisa beraktivitas lebih nyaman di malam hari. Ini juga mengurangi risiko kriminalitas,” jelas Muhammad.

Selain itu, pemerintah desa juga membangun rabat di Dusun Koncer dan rabat beton di Dusun Dermoyo.

Rabat beton ini merupakan infrastruktur vital yang mendukung mobilitas warga, terutama saat musim hujan ketika jalan tanah sering rusak dan berlumpur.

Program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) juga menjadi perhatian, dengan tiga rumah warga mendapatkan bantuan perbaikan.

Hal ini menunjukkan perhatian pemerintah desa terhadap aspek kesejahteraan dan hak dasar warga untuk tempat tinggal yang layak.

“Kami ingin masyarakat tinggal di rumah yang sehat dan aman. Perbaikan RTLH adalah bentuk tanggung jawab kami terhadap kualitas hidup warga,” tambahnya.

Tidak ketinggalan, program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) juga terus dilanjutkan, dengan menyasar enam orang penerima manfaat.

Program ini membantu warga kurang mampu agar tetap bisa memenuhi kebutuhan dasar mereka, terutama di tengah tekanan ekonomi.

Program-program ini memperlihatkan keseriusan Desa Patemon Kulon dalam mengentaskan ketimpangan sosial sekaligus membangun infrastruktur desa yang berkelanjutan.

Kehadiran pemerintah sangat dirasakan masyarakat dan pembangunan yang dilakukan telah memberikan dampak langsung terhadap kualitas hidup warga.

SERASI: Kepala Desa Patemon Kulon Muhammad bersama istrinya, Arbaiyah yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi Golkar.
SERASI: Kepala Desa Patemon Kulon Muhammad bersama istrinya, Arbaiyah yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi Golkar.

 

Kembangkan Ketahanan Pangan lewat Peternakan-Perikanan

Guna mewujudkan desa yang mandiri dan tahan terhadap krisis pangan, Pemerintah Desa Patemon Kulon, Kecamatan Pakuniran, mengalokasikan 20 persen Dana Desa untuk program ketahanan pangan.  

Langkah ini merupakan bentuk strategi jangka panjang yang digagas langsung Kepala Desa Muhammad demi kemandirian ekonomi masyarakat.

Dalam program ini, desa fokus pada pengembangan peternakan dan perikanan rakyat. Di antaranya adalah budi daya ikan lele, beternak domba, dan produksi telur puyuh.

Ketiga sektor ini dipilih karena dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi, mudah dikembangkan di lingkungan desa, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

KOMPAK: Kepala Desa Patemon Kulon Muhammad (empat dari kiri) foto bersama perangkat desanya.
KOMPAK: Kepala Desa Patemon Kulon Muhammad (empat dari kiri) foto bersama perangkat desanya.

“Kami ingin warga tidak hanya mengandalkan bantuan, tetapi juga mampu mandiri melalui usaha peternakan dan perikanan ini. Selain menambah pendapatan, ini juga memperkuat ketersediaan pangan lokal,” jelas Muhammad.

Budi daya ikan lele misalnya, bisa dilakukan dengan kolam terpal yang tidak membutuhkan lahan luas. Hasilnya bisa untuk konsumsi sendiri maupun dijual ke pasar lokal.

Sementara itu, telur puyuh menjadi komoditas yang cukup laris dan bernilai jual tinggi, terutama untuk usaha kecil kuliner.

Tak kalah penting, peternakan domba memberi peluang ekonomi yang menjanjikan. Hewan ini memiliki nilai jual stabil dan bisa dimanfaatkan baik untuk kebutuhan daging maupun hewan kurban.

Muhammad menyatakan bahwa program ini dikelola secara swakelola oleh masyarakat setempat agar manfaatnya dirasakan langsung.

“Warga kami libatkan langsung. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi soal kemandirian dan semangat gotong royong,” tambahnya.

Program ketahanan pangan ini juga menjadi pelengkap dari pembangunan fisik dan sosial lainnya yang telah dilaksanakan desa. Dengan adanya usaha peternakan dan perikanan, ketahanan ekonomi warga meningkat, dan risiko ketergantungan terhadap pasar luar bisa diminimalisasi.

Langkah inovatif dari Desa Patemon Kulon ini patut diapresiasi karena menyasar langsung akar kebutuhan masyarakat dan memberdayakan potensi lokal dengan pendekatan berkelanjutan. (mu/fun/*)

 

Program Tahun 2025

Editor : Jawanto Arifin
#transparansi desa #kecamatan pakuniran #desa patemon kulon