Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pelaku Usaha Jip Bromo Minta Sistem Tiket Masuk Bromo Dibuat Simpel, TNBTS Sebut Karena Ketidakpatuhan Operator

Inayah Maharani • Selasa, 6 Mei 2025 | 15:25 WIB
MACET: Jip Bromo yang mengular saat hendak masuk ke pos Bromo di weekend lalu.
MACET: Jip Bromo yang mengular saat hendak masuk ke pos Bromo di weekend lalu.

SUKAPURA, Radar Bromo - Aksi protes dilayangkan puluhan pelaku usaha mobil jip yang menggeruduk pos tiket Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada Minggu (4/5).

Sehari setelah aksi protes, Senin (5/5) suasana di pintu masuk Gunung Bromo itu sudah lancar dan kondusif.

Hal itu terjadi, karena dalam hari kerja memang tak terlalu banyak wisatawan yang datang. Sehingga arus lalu lintas menuju Bromo tidak begitu padat.  

“Kalau sekarang (kemarin, red) ya kondusif karena bukan hari libur. Bromo ramainya kan hari libur. Nanti kalau sudah weekend ya macet lagi,” kata Choirul Umam, 33, salah satu supir jip wisata Bromo.

Meski sudah kondusif, kata Umam, permasalahannya tidak serta merta selesai. Sebab, kemacetan akan terus terjadi di hari-hari libur atau long weekend.

Terlebih jika tak ada perbaikan pada sistem dari pihak manajemen TNBTS yang dinilai tak optimal itu.

Umam sendiri mengaku tak masalah dengan sistem barcode seperti yang diterapkan saat ini. Hanya saja, sistem tersebut bisa dibuat jadi lebih simple.

Dia mencontohkan sistem masuk tol yang dinilai lebih gampang. Sopir jip yang membawa penumpang bisa langsung tap kartu atau men-scan barcode yang dimiliki. Setelah proses scanning sukses, maka wisatawan diperbolehkan masuk.

Sedangkan yang selama ini terjadi adalah sopir jip harus memberikan barcode mereka pada petugas.

Petugas lalu men-scan satu per satu barcode milik wisawatan yang berada di dalam jip tersebut.

Lalu, petugas akan memberikan tiket fisik sebagai pengganti barcode pada sopir jip atau wisatawan.

Proses yang terlalu banyak itu, kata umam, tidak praktis. “Saya hanya berharap sistemnya dibuat lebih simple dan tidak banyak makan waktu gitu,” jelasnya.

Di sisi lain, menurut Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengaku sebetulnya tak ada masalah dengan sistem yang sudah pihaknya terapkan.

Menurutnya, kemacetan panjang tak akan terjadi jika para wisatawan dan pelaku usaha patuh terhadap sistem. Termasuk dengan booking tiket terlebih dahulu.

“Secara sistem, tidak ada masalah berarti di kami. Ini karena ketidakpatuhan saja para operator wisata. Sehingga ke depan saya berharap dukungan semua pihak dalam mengikuti sistem yang sudah disiapkan,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Sukapura AKP Ardhi Bitha Kumala mengaku pihaknya terus mengawasi dan menjaga keamanan sekitar objek wisata Bromo. Menurutnya objek wisata menjadi tempat prioritas yang mesti dijaga.

“Hari ini (kemarin, red) kondusif. Kemarin (Minggu, red) memang pelaku usaha menyampaikan aspirasi, tapi setelah itu ya mereka bubar sendiri karena harus masuk,” katanya. (ran/fun)

Editor : Abdul Wahid
#tiket masuk #barcode #jip bromo #wisatawan #bromo #tnbts #digeruduk