WONOASIH, Radar Bromo - Lomba Karapan Sapi Brujul di Lapangan Karapan Sapi Brujul, Jalan Kyai Safii, Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, distop kepolisian Minggu (4/5).
Polsek Wonoasih, Polres Probolinggo Kota, membubarkan kegiatan ini karena ricuh.
Salah seorang peserta, Faris, 19, mengatakan, lomba dimulai pada pukul 10.00. Pesertanya ada 32 tim yang berasal dari Kota dan Kabupaten Probolinggo.
Setelah berjalannya waktu, perlombaan dihentikan karena ada peserta yang ricuh.
“Ada tim yang kalah, tapi tidak terima. Tidak mau dikatakan kalah intinya, akhirnya ricuh. Saya harap perlombaannya bisa dilanjutkan nanti dan tidak ricuh lagi,” ujar warga Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, ini.
Kanit Reskrim Polsek Wonoasih Aiptu Adji Anggoro mengatakan, semula pertandingan berjalan lancar.
Setelah tujuh putaran pertandingan sekitar pukul 12.30, timbul perselisihan antara tim. Dipicu adanya peserta yang tidak terima dengan keputusan panitia.
“Ada dua kubu yang berlomba. Keduanya menyalahi aturan atau juknis (petunjuk teknis) dari panitia, sehingga keduanya diputuskan kalah oleh panitia. Namun, panitia yang di garis finis mengibarkan bendera yang artinya ada tim yang menang, sehingga terjadi salah paham di sana,” terangnya.
Perlombaan pun menjadi ricuh. Kedua tim cekcok sampai saling tarik pakaian hingga salah satunya robek. Meski demikian, Adji mengatakan, tak ada korban jiwa maupun kerugian materil akibat kejadian ini. “Perlombaan kami hentikan dan bubarkan,” katanya.
Hal senada disampaikan Kapolsek Wonoasih Kompol Zaini. Katanya, kericuhan terjadi akibat salah paham di garis finis.
“Yang satunya klaim menang, yang satunya juga mengklaim menang. Akhirnya, kami bubarkan. Kami stop kegiatannya,” ujarnya.
Terkait kelanjutan perlombaan, Zaini mengatakan, pihak panitia masih akan melakukan koordinasi kembali.
“Kemungkinan kalau hari ini (kemarin) tidak dilanjutkan. Tapi, panitia akan rapat lagi dengan para peserta terkait solusinya,” ujarnya.
Terkait dengan perlombaan ini, Jawa Pos Radar Bromo berusaha mendapatkan keterangan dari ketua panitia lomba, Imam Syafii.
Namun, sampai berita ini dibuat, yang bersangkutan belum berhasil dikonfirmasi. Panggilan telepon dan pesan yang dikirim wartawan ini tak direspons. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando