SUKAPURA, Radar Bromo- Setelah bertahun-tahun numpang, SMKN Sukapura, Kabupaten Probolinggo, akhirnya memiliki gedung sendiri untuk jurusan Perhotelan. Gedung ini berdiri di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura.
Sabtu (3/5), gedung anyar ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Probolinggo Mohammad Haris. Gedung ini menjadi tempat baru dalam proses belajar mengajar yang sebelumnya numpang di SDN Ngadisari 1, sejak 2010.
“Sekitar enam tahun lalu ada aspirasi dari masyarakat sekitar supaya anak-anak di sini bisa mendapatkan tambahan skill untuk tataboga dan perhotelan,” ujar Khofifah.
Ia juga meninjau sejumlah fasilitas sekolah. Seperti ruang kelas, ruang laboratorium, usaha kesehatan siswa, ruang bimbingan konseling, ruang kantor. Serta, peralatan penunjang praktik kejuruan termasuk mesin pencuci dan pengerin untuk laundry.
“Di sini sudah ada alat pencucian dan pengeringan untuk sprei jenis linen, silky, bahkan sutra yang sangat cepat. Bahkan untuk pengeringan hingga 90 persen hanya butuh waktu 5 menit,” ujarnya.
Meski demikian, Khofifah mengatakan, potensi kemitraan antara sekolah dan pelaku usaha di sektor wisata lokal perlu dijajaki lebih lanjut. Tujuannya, untuk mendukung proses pembelajaran dan penyerapan lulusan.
“Nanti bisa dibantu Bapak Bupati terkait komunikasi dengan pemiliknya. Sebab, di area wisata Gunung Bromo ini kan banyak hotel,” terangnya.
Bupati Probolinggo Mohammad Haris mengatakan, pihaknya akan terus mendorong partisipasi masyarakat dalam pendidikan.
“Kami ajak anak-anak agar mau sekolah. Sambil jalan, nanti kami perbaiki sarana prasarana sekolah yang ada. Termasuk akses jalannya sesuai Asta Cita Presiden,” ujarnya.
Kepala SMKN Sukapura Budi Jatmiko mengatakan, gedung baru ini digunakan khusus untuk jurusan Perhotelan. Ada pula gedung pertama di Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Total keduanya terdapat 13 rombongan belajar.
“Jadi, total ada sekitar 334 siswa dengan tenaga pendidiknya sekitar 28 orang. Khusus gedung yang baru diresmikan ini hanya ada 3 rombel. Sisanya di Desa Ngepung,” ujarnya. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando