DESA Bucor Kulon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, terus menunjukkan geliat kemajuan pesat dalam sektor pembangunan infrastruktur. Salah satunya dibuktikan dengan berbagai proyek yang telah dan sedang direalisasikan di berbagai titik desa.
Program pembangunan infrastruktur di Desa Bucor Kulon, terus berlanjut. Tahun ini ada pembangunan tembok penahan tanah (TPT), pengaspalan jalan, hingga pembangunan jembatan tahap dua.
Kepala Desa Bucor Kulon Abd Sukur mengatakan, pembangunan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah desa untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan warga.
“Kami ingin membangun desa secara menyeluruh. Bukan hanya secara fisik, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan nyata kepada masyarakat. Semua pembangunan ini murni untuk kepentingan dan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Sejumlah proyek itu tersebar di sejumlah titik. Pembangunan TPT dilakukan di RT 09/RW 2 Dusun Krajan, RT 5/RW 2 Dusun Kolor, dan RT 24/RW 5 Dusun Asem. Jalan yang diaspal berada di RT 13/RW 2 Dusun Krajan.
Pemerintah desa juga melanjutkan pembangunan jembatan di RT 1/RW 1 Dusun Kolor. Selain itu, pemerintah desa juga membangun 3 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
“Pembangunan ini bukan hanya membangun fisik, tapi juga membangun harapan masyarakat. Kami libatkan warga dan pastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh mereka,” jelas Abd Sukur.
Pemerintah desa juga membangun gedung serbaguna yang kini tengah masuk tahap finishing. Gedung ini menjadi pusat pelayanan masyarakat. Mulai dari kegiatan sosial, layanan pemerintah, hingga forum musyawarah warga.
“Gedung ini akan jadi Sentra Pelayanan Terpadu Desa. Masyarakat tidak lagi bingung harus ke mana saat butuh layanan,” katanya.
Gedung serbaguna yang baru saja diresmikan juga akan menjadi titik sentral dalam pelayanan masyarakat. Semua layanan desa mulai dari administrasi hingga pertemuan warga akan dipusatkan di gedung ini. “Kami ingin warga mendapatkan pelayanan yang cepat, nyaman, dan transparan. Gedung ini wujud komitmen kami,” ujarnya.
Warga desa pun menyambut baik langkah-langkah yang dilakukan pemerintah desa. Mereka merasakan langsung manfaat dari infrastruktur yang semakin membaik dan mendukung pergerakan roda perekonomian maupun sosial.
Dorong Ketahanan Pangan Wujudkan Desa Mandiri
Desa Bucor Kulon terus memperkuat langkah menuju desa mandiri dengan program ketahanan pangan dan peningkatan pelayanan publik. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Abd Sukur, desa ini terus berinovasi dalam memanfaatkan anggaran desa demi kesejahteraan masyarakat.
Salah satu program andalannya pengembangan ketahanan pangan di bidang pertanian. Melalui program ini, pemerintah desa menyewa lahan sawah yang kemudian digarap untuk mendukung kemandirian pangan lokal.
“Langkah ini bukan hanya meningkatkan PADes (Pendapatan Asli Desa), tapi juga menjadi cadangan ketahanan pangan warga. Kami kelola dengan baik agar hasilnya kembali ke masyarakat,” ujar Abd Sukur.
Program ini menjadi penting karena selain menjaga ketersediaan bahan pangan, juga memberdayakan warga lokal untuk terlibat langsung dalam pengelolaannya. “Kami libatkan warga. Agar tumbuh rasa memiliki dan mereka juga mendapatkan penghasilan,” jelasnya.
Selain bidang pertanian, pemerintah desa juga memberikan perhatian khusus terhadap masyarakat kurang mampu. Salah satunya dengan memberikan bantuan langsung tunai. Tahun ini ada 14 keluarga penerima manfaat. “Setiap bantuan kami pastikan tepat sasaran. Ini bagian dari bentuk kehadiran pemerintah dalam situasi sulit,” kata Abd Sukur.
Berbagai upaya ini menjadikan Desa Bucor Kulon, sebagai desa yang tidak hanya berkembang secara fisik, namun juga secara sosial dan ekonomi. Dengan dukungan penuh masyarakat, Abd Sukur optimistis desanya akan menjadi role model pembangunan berbasis partisipatif.
“Kami tidak ingin berjalan sendiri. Semua kemajuan ini hasil gotong royong, dari kita, oleh kita, dan untuk kita,” ujarnya. (mu/rud/*)
Editor : Ronald Fernando