KADEMANGAN, Radar Bromo-Aksi pencurian motor kembali terjadi di Kota Probolinggo. Baru 5 menit ditinggal parkir, sebuah motor Honda Vario amblas.
Aksi pencurian itu terjadi Selasa (22/4). Yang jadi korbannya adalah Id, warga Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
Id kehilangan motor Honda Vario warna putih bernopol N 5139 RD ketika dipakir di depan toko percetakan di Jalan K.H. Abdurrahman Wahid, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.
Dari informasi yang dihimpun, siang itu, korban berencana mengambil pesanan percetakan.
“Usai parkir motor, korban langsung menuju lantai dua. Tidak lama, hanya sekitar 5 menit untuk ambil pesanan. Setelah itu turun, mau pulang,” ujar salah satu karyawan toko, Ramadani Novario, 24.
Setelah turun, korban kembali ke lantai dua dan mengatakan motornya hilang.
Ia meminta Ramadani mengecek rekaman CCTV milik toko. Ternyata motornya digondol maling.
“Dari rekaman CCTV, pelaku beraksi seorang diri. Ia bertubuh agak gemuk. Memakai kaus hitam dan celana pendek,” terang Ramadani.
“Sebelum beraksi, tampak berjalan dari timur. Kemungkinan ada temannya yang menunggu di sebelah timur, tapi tidak terjangkau kamera CCTV,” imbuhnya.
Setelah berhasil membobol kunci kontak motor korban, pelaku menurunkan helm korban dan meletakkannya di lantai. Motornya dibawa kabur ke timur.
“Katanya sempat ada orang yang melihat pelaku meletakkan helm di lantai. Tapi, saya tidak tahu orang tersebut siapa. Dia sempat berkata, lho mas helmnya kok tidak dibawa. Tapi, pelaku tidak menghiraukan dan tetap pergi begitu saja katanya,” terang Ramadani.
Ia memastikan tidak ada karyawan yang mengetahui aksi pelaku. Meski saat itu di lantai satu ada karyawan.
“Saat itu kebetulan ada pelanggan yang minta nota pembelian. Jadi, pandangan ke arah luar terhalang dan tidak ada yang mendengar suara aneh-aneh dari arah luar. Sementara, maling beraksi sangat singkat,” katanya.
Korban, Id, mengaku mengalami kerugian hingga Rp 21 juta. Meski demikian, Id masih belum melaporkannya ke kepolisian. “Kemungkinan akan lapor. Tapi, masih belum tahu pastinya,” ujarnya. (gus/rud)
Editor : Muhammad Fahmi