Pembangunan infrastruktur masih menjadi prioritas Pemerintah Desa Tlogoargo, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Pembangunan dilakukan demi memberikan kenyamanan kepada warga dalam beraktivitas dan mencegah bencana longsor.
Kondisi geografis Desa Tlogoargo berupa dataran tinggi. Tak heran jika ruas jalan desa banyak yang berbatasan langsung dengan tebing. Kondisi ini mengharuskan pemerintah desa membangun infrastruktur yang baik dan kuat. Salah satunya untuk mencegah bencana longsor.
Kepala Desa Tlogoargo Umar mengatakan, saat ini ada dua prioritas pembangunan yang digarap. Berupa pembangun tembok penahan tanah (TPT). Masing-masing di RT 14/RW 7, Dusun Segaran Duwes dan di RT 18/RW 9, Dusun Togur.
TPT ini dibangun karena di dua lokasi tersebut berpotensi dilanda longsor. Jika sampai terjadi, ruas jalan akan menyempit dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. “Tahap pertama, ada dua proyek TPT yang kami prioritaskan. Sebab, sangat rawan terjadi longsor,” katanya.
Pembangunan TPT di RT 18/RW 9, Dusun Togur, progresnya sudah mencapai 50 persen. Dibangun sepanjang 8 meter dan tinggi 6 meter. Pemerintah desa menyegerakan pembangunannya karena lapisan dasar atau bawah ruas jalan sudah terkikis air hujan.
Begitu juga TPT di RT 14/RW 7, Dusun Segaran Duwes, yang kini sedang dibangun dengan progres pembangunan sudah 75 persen. Memiliki panjang 21 meter dan tinggi rata-rata 3 meter.
“Dua TPT yang telah direncanakan saat ini sama-sama dalam proses pembangunan. Paling lambat seminggu ke depan sudah selesai,” jelasnya. (ar/rud)
Target Akses Antardusun Makin Nyaman
JALAN yang baik dan nyaman dilintasi menjadi kebutuhan utama warga. Pemerintah Desa Tlogoargo, kemudian terketuk untuk membangun jalan desa lebih baik lagi.
Kondisi jalan yang baik bukan hanya membuat aktivitas sehari-hari warga desa lebih aman dan nyaman. Jalan yang layak juga membuat proses pembangunan desa lebih merata.
Kepala Desa Tlogoargo Umar mengatakan, pihaknya berkomitmen setiap tahunnya ada jalan desa yang dibangun. Sehingga, semua wilayah desa baik yang lokasinya dekat dengan fasilitas pemerintah, sekolah dan tempat ibadah maupun pelosok desa semuanya dapat dijangkau oleh warga.
“Setiap tahunnya kami upayakan ada pembangunan jalan. Pemerataan pembangunan jalan desa bertahap kami realisasikan,” katanya.
Umar menjelaskan, tahun ini ada dua pembangunan jalan yang akan dilaksanakan. Di antaranya, mengaspal jalan sepanjang 500 meter di RT 5-6/RW 3, Dusun Kemirian. Pembangunan jalan akan dilakukan dengan sistem lapisan penetrasi.
Jalan lainnya yang menjadi sasaran pembangunan adalah merabat beton jalan RT 14/RW 7, Dusun Segaran Duwes. Ruas jalan ini belum pernah dibangun, sehingga masih berupa tanah.
Saat musim hujan kondisi jalan berlumpur dan licin. Jalan akan menjadi lebih parah saat dilalui oleh kendaraan bermuatan hasil kebun. Kondisi jalan yang kurang layak ini kemudian sering dikeluhkan oleh warga. Lantas pemerintah desa berupaya merealisasikan pembangunannya pada tahun ini.
“Dua ruas jalan akan kami realisasikan saat cuaca sudah panas atau saat kemarau. Jika dipaksakan dibangun sekarang, hasilnya tidak akan maksimal,” pungkasnya. (ar/rud)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2025
- Membangun TPT di RT 14/RW 7, Dusun Segaran Duwes dan RT 18/RW 9, Dusun Togur.
- Mengaspal jalan sepanjang 500 meter di RT 5-6/RW 3, Dusun Kemirian.
- Merabat beton jalan RT 14/RW 7, Dusun Segaran Duwes.