DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo berkolaborasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolinggo. Mereka ambil bagian dalam menciptakan stabilitas negara melalui mencerdaskan kehidupan bangsa, kesehatan, dan menanamkan kesadaran hukum sejak dini.
Kemarin (21/4), Upacara Peringatan Hari Kartini di halaman SMP Negeri 4 Probolinggo berlangsung istimewa. Ratusan pelajar mengenakan pakaian adat nusantara. Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Probolinggo Dodik Hermawan, S.H., M.H., hadir dan bertindak sebagai inspektur upacara.
Tepat tanggal 21 April itu, SMP Negeri 4 Probolinggo menjadi lokasi kedua program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), namun lokasi pertama pada 2025. Program ini telah berlangsung sejak 2024.
Para pelajar pun antusias mengikuti upacara bedera sampai akhir. Mereka juga menyampaikan yelyel kepada Kajari.
“Are you ready (ready). Semangat pagi (pagi pagi pagi). Siapa kita (SMPN 4 Probolinggo). SMPN 4 Probolinggo (Hebat dan Luar Biasa). JMS Kejari Kota Probolinggo (Kenali Hukum Jauhi Hukuman). Raden Ajeng Kartini (Habis Gelap Terbitlah Terang).”
Yelyel ini disambut aplaus membuktikan kekompakan. Disusul penyerahan penghargaan kepada siswa -siswi berprestasi.
“Ini adalah JMS. Jaksa Masuk Sekolah. Hari ini kami bersinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo dan SMP Negeri 4 Probolinggo mengadakan penyuluhan. Ada juga dari Dinas Kesehatan yang mendampingi dengan melakukam pengecekan kesehatan secara gratis. Ini luar biasa,” ujar Dodik.
Menurutnya, tujuan JMS membuat jiwa sehat luar dan dalam.
“Anak-anakku semua. Kalian adalah generasi penerus bangsa, masa depan bangsa. Perkembangan IT seperti sekarang ini bila tidak hati-hati, justru akan membuat siapa saja mudah terjerumus,” katanya.
Menurutnya, banyak hal-hal yang di luar kontrol, sehingga berisiko terhadap perbuatan yang bertentangan dengan hukum.
“Tolong, jaga apa yang diharapkan oleh bangsa kepada adik-adik semua. Jaga etika, jaga perilaku, jadilah anak yang berprestasi,” pesannya.
Begitu juga dengan para guru. Kata Dodik, guru adalah digugu dan ditiru. Pihaknya berharap para guru mampu memberi contoh baik. “Yang ada di depan kita adalah generasi emas. Bagaimana mendidik anak-anak kita, semua tergantung kita,” ujarnya.
Ia berharap program JMS bisa terus berlanjut. Berkesinambungan melalui berbagai kegiatan maupun lomba menumbuhkan karakter kejujuran, sadar hukum, dan antikorupsi.
Dunia pendidikan merupakan garda terdepan agar para siswa mengenali hukum sedini mungkin, sehingga terhindar dari segala permasalahan hukum. Karena itu, dalam kesempatan ini dilakukan deklarasi layanan pendidikan.
Deklarasi ini menyatakan komitmen bersama dalam memberikan pelayanan yang menyeluruh, bermutu, dan berorientasi pada pembentukan generasi cerdas, sehat, dan berkarakter hukum.
Upacara dipungkasi dengan berbagai penampilan pelajar SMP Negeri 4 Probolinggo yang begitu memukau. Mulai dari Tari Jaran Bodag, penampilan pencak silat, hingga gerak tari kreasi Simaphore. Usai upacara, Kajari dan undangan meninjau lokasi pemeriksaan kesehatan gratis hingga pameran kreasi karya para pelajar. Hal ini sebagai komitmen Kejaksaan mendukung program pemerintah mencapai Generasi Emas tahun 2045.
Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Dr. Siti Romlah S.Si., M.Pd. mengaku bangga dan mengapresiasi Kajari Kota Probolinggo. “Sesuai arahan, kami selaku tenaga pendidik siap menjadi teladan dan siap menindaklanjuti program JMS. Sebagai salah satu bentuk implementasi menanamkan dan menumbuhkan karakter antikorupsi,” ujarnya didampingi Kepala SMP Negeri 4 Probolinggo Drs. Yanto, M.Pd. (el/adv)
Editor : Fahreza Nuraga