Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Percikan Api dari Tungku Kenai Kasur, Rumah Ibu Lansia 13 Anak di Triwung Kidul Probolinggo Terbakar

Inayah Maharani • Rabu, 16 April 2025 | 02:17 WIB

 

PEMBASAHAN: Tim Damkar saat melakukan pembasahan di rumah nenek Darmo di Triwung Kidul yang terbakar, Selasa dinihari (15/4). (Istimewa)
PEMBASAHAN: Tim Damkar saat melakukan pembasahan di rumah nenek Darmo di Triwung Kidul yang terbakar, Selasa dinihari (15/4). (Istimewa)

KADEMANGAN, Radar Bromo- Sebuah rumah milik warga lanjut usia (lansia) di Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Darmo, 90, dilalap api.

Selasa (15/4) dini hari, api diduga berasal dari tunggu kayu di dapur rumah korban.

Kala itu, sekitar pukul 00.00, Darmo memasak nasi di tungku.

Selesai dengan aktivitas masaknya, seorang ibu dengan 13 anak ini beranjak tidur. Sekitar pukul 01.30, ia merasakan adanya api yang membakar sebagian dapurnya.

Kebetulan dapur rumah Darmo berada di bagian depan, sedangkan kamarnya di bagian belakang. Bagian dapurnya berupa bangunan semipermanen. Terbuat dari kayu dan hardplex, sehingga mudah terbakar.

Mendapati api, korban kaget. Ia langsung berusaha menyiramnya menggunakan air.

Salah sorang anaknya, Jumaina, 50, yang rumahnya berada di belakang rumah korban, juga mendengar adanya suara benda terbakar.

Ia keluar rumah dan mendapati api yang melalap dapur rumah ibunya sudah membubung.

“Waktu saya lihat, ibu berusaha memadamkan api. Dia juga minta tolong, tapi kan suaranya kecil, jadi tidak terdengar. Baru saya berteriak dan akhirnya warga bangun,” katanya.

Di sebelah rumah Darmo, juga merupakan rumah anaknya, Sanin, 45. Jumaina pun menggedor rumah Sanin agar terbangun dan membantu memadamkan api.

Bagian depan rumah Sanin juga sudah hangus, bahkan meteran listrik rumahnya juga ludes terbakar.

Beruntung rumah Sanin terbuat dari tembok, sehingga tak ikut terbakar. “Adik saya tidurnya di lantai dua. Makanya tidak sadar bahwa rumah ibu terbakar,” katanya.

Beruntung warga sekitar dan sejumlah santri turut bahu-membahu memadamkan api, sehingga api tak sampai menyebar ke rumah lain yang berdempetan dengan rumah korban.

Kebetulan rumah korban berdekatan dengan salah satu pesantren. Karena itu, juga banyak santri yang turun tangan. Membantu korban memadamkan api.

Menurut Jumaina, api diduga berasal dari percikan api tungku. Kemudian mengenai kasur tak jauh dari tungku.

“Sepertinya ibu tidak teliti waktu mematikan api, bara apinya memercik kena kasur,” ujarnya.

Soal kerugian korban, Jumaina mengaku tidak tahu. Selain bangunan dapur, katanya barang-barang yang terbakar berupa perabot di dapur korban.

Bagian kamar masih aman meski bagian depan terbakar. “Tidak ada benda berharga, hanya dapur itu saja,” ujar anak kesembilan dari 13 bersaudara ini.

Warga juga sempat menelepon Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kota Probolinggo. Mereka tiba sekitar pukul 01.56. Namun, saat itu api sudah berhasil dipadamkan meski belum kondusif.

Akhirnya, api dinyatakan kondusif pada pukul 02.35 setelah tim damkar melakukan pendinginan.

“Berita sampai di kami (Damkar) pukul 01.48. Kami tiba di lokasi pada pukul 01.56. Api sudah dinyatakan kondusif pada pukul 02.35,” ujar Humas Damkar Kota Probolinggo Nanang Effendi. (mg/rud)

Editor : Muhammad Fahmi
#tungku #damkar #terbakar #probolinggo #triwung kidul