PAJARAKAN, Radar Bromo-Aksi pencurian motor masih saja meneror warga Probolinggo. Kawanan pencurian pun tak kenal lokasi. Motor diparkir di sebuah masjid di Desa Karanggeger, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo pun diembat.
Aksi pencurian itu terjadi Jumat (11/4) lalu. Aksi pencurian itupun ramai dibicarakan setelah sebuah video yang merekam aksi pelaku itu beredar di soaial media.
Motor Honda Beat yang dicuri itu rupanya milik salah satu warga Desa Karanggeger berinisial Kh.
Motornya kala itu dipakai oleh sang anak untuk salat Jumat. Saat itulah motor hilang dicuri.
Kepala Desa Karanggeger Bawon Santoso mengatakan, saat terjadinya pencurian itu korban tidak melapor pada pihak Desa maupun ke Polsek Pajarakan.
Beberapa hari kemudian, Bawon mengaku mendengar adanya informasi kalau sepeda motor yang hilang milik Kh sudah ditemukan di daerah selatan.
Sayangnya tak diketahui pasti di mana lokasi motor tersebut ditemukan.
“Bilangnya di daerah selatan, saya perkirakan sekitar Tiris atau Krucil. Informasinya seperti itu,” katanya.
Saat berhasil ditemukan, rupanya korban malah disuruh menebus motor miliknya sendiri seharga Rp3 juta rupiah.
Mendengar kabar itupun, Bawon mengaku langsung meminta korban untuk melaporkan kejadian itu ke Polsek Pajarakan.
Menurutnya, keterangan korban dibutuhkan untuk mengungkap banyak kasus pencurian motor yang terjadi selama ini.
Terlebih pelaku itu diduga tak hanya sekali melakukan pencurian di sekitar wilayah Probolinggo.
“Saya minta korban untuk datang ke Polsek, namun korban tidak mau. Akhirnya saya laporan ke Polsek karena saya yakin ini bisa jadi jalan untuk ungkap kasus curanmor lain,” terang Bawon.
Korban akhirnya mendapat panggilan dari Polsek Pajarakan untuk dimintai keterangan, namun korban mangkir dari panggilan.
Kapolsek Pajarakan, Iptu Eko Purwadi mengatakan, pihaknya sudah kembali melakukan pemanggilan kedua pada korban.
“Kami sudah panggil, namun tidak datang tanpa alasan. Kami sudah jadwalkan pemanggilan yang kedua,” jelasnya. (mg/mie)
Editor : Muhammad Fahmi