Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pulang Merantau, Pria Gantung Diri di Rumah Kontrakan Ngadas Probolinggo, Sempat Beri Pesan Terakhir Ini ke Istri

Inayah Maharani • Rabu, 9 April 2025 | 01:28 WIB
DI-POLICE LINE: Lokasi rumah kontrakan tempat tinggal Ded yang ditemukan tewas gantung diri, Selasa (8/4). (Istimewa)
DI-POLICE LINE: Lokasi rumah kontrakan tempat tinggal Ded yang ditemukan tewas gantung diri, Selasa (8/4). (Istimewa)

SUKAPURA, Radar Bromo-Warga Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo geger. Itu setelah warga yang ngontrak di wilayah setempat ditemukan meninggal gantung diri.

Pria nahas itu diketahui berinisial Ded, 39. Ia sejatinya asal Kedasih, Kecamatan Sukapura. Namun, setiap hari ia dan istrinya mengontrak di sebuah rumah kawasan Ngadas, Sukapura.  

Sang istri bekerja di Ngadas. Sementara korban Ded sendiri sempat merantau ke luar kota.

Sebelum ditemukan tewas tergantung, Ded pulang sekitar empat hari lalu untuk menemui istrinya.

Nah, Selasa (8/4), Ded ditemukan tewas di dapur rumah kontrakannya. Ia gantung diri.

Humas Polres Probolinggo, Iptu Merdhania Pravita Shanti mengatakan, yang menemukan korban meninggal kali pertama adalah sang istri korban.

Pagi itu, sang istri hendak membuat kopi untuk korban. Sang istri pun pergi ke dapurnya. Dari kejauhan sang istri melihat suaminya itu menempel di dinding ruangan itu.

Sang istri menyapa suaminya itu dan bertanya apa yang dia lakukan? Namun, tak ada jawaban.

Setelah didekati, barulah diketahui saat itu sang suami sudah tak sadarkan diri.

Sang istri juga baru menyadari ada tali yang menjerat di leher suaminya itu.

“Ketahuan istrinya karena pagi mau buat kopi, kemudian setelah didekati ternyata ada tali di leher sang suami. Barulah ia (sang istri) sadar,” kata Pravita.

Sang istri yang kaget itu dengan gemetar menghubungi anak pemilik kontrakan yang ia sewa tersebut.

Warga sekitar yang mendengar kabar tersebut langsung melaporkan kejadian itu ke perangkat desa yang diteruskan ke anggota Polsek Sukapura.

Kapolsek Sukapura AKP Ardhi Bitha Kumala menjelaskan, korban menurut keterangan keluarga tak pernah mengalami riwayat depresi atau masalah yang serius.

Korban baru bertemu sang istri selama empat hari sebelum akhirnya kejadian memilukan itu terjadi. “Menurut sang istri tidak ada riwayat depresi,” kata Ardhi.

Namun malam sebelum kejadian itu, korban sempat berkata kepada istrinya bahwa makan malam yang mereka lakukan saat itu akan menjadi makan malam terakhirnya.

Bahkan, korban meminta agar mereka tak tidur bersama. “Katanya minta tidurnya pisah, jadi korban tidur di belakang di TKP,” jelasnya.

Sang istri yang saat itu tak paham akan kode tersebut juga tak sampai curiga korban akan melakukan hal nekat tersebut.

Setelah jeratan tali tambang di lehernya itu, sang istri juga enggan tubuh korban dilakukan otopsi dan berusaha menerima kejadian itu.

“Pihak keluarga dan saksi saksi tidak ada yang mengetahui penyebab korban mengakhiri hidupnya,” beber perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu. (mg/mie)  

Editor : Muhammad Fahmi
#Merantau #rumah kontrakan #istri #ngadas #gantung diri #pesan terakhir #polsek sukapura #depresi #probolinggo #sukapura