BANTARAN, Radar Bromo- Seorang pria 32 tahun asal Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, nekat. Sabtu (5/6) pagi, ia mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Menurut keterangan pihak keluarga, sudah lama korban memiliki masalah mental.
Pribadinya cenderung tertutup dan enggan bersosialisasi. Namun, tidak ada yang tahun pasti beban yang diderita hingga korban memutuskan mengakhiri hidupnya.
Jenazah korban kali pertama ditemukan oleh ayahnya, Mar. Kala itu, Mar baru pulang dan langsung hendak memeriksa sapinya di kandang.
Kaget, ketika masuk ke kandang di belakang rumahnya, ia melihat putra sulungnya sudah meninggal dunia dalam keadaan kendat.
Sang ayah yang panik langsung berteriak meminta pertolongan tetangganya.
Tetangga samping rumahnya, New, segera menghampiri Mar. Melihat kejadian nahas itu, ia melapor ke kepala desa setempat yang diteruskan ke Polsek Bantaran.
“Kami dikabari oleh pihak desa. Saya sendiri langsung ke TKP (tempat kejadian perkara) setelah mendapat laporan dan langsung mengevakuasi korban,” ujar Kanit Reskrim Polsek Bantaran Aipda Andika Hari Purnama.
Saat itu juga, korban langsung diperiksa oleh tenaga medis dari Puskesmas Bantaran.
Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Satu-satunya luka adalah luka jerat di leher akibat tercekik tampar.
Pihak keluarga juga enggan jenazah korban diotopsi. Karena itu, korban langsung dimandikan dan dimakamkan.
“Menurut keluarga, korban memang mengalami masalah mental sejak kecil. Orangnya sulit berkomunikasi dan cenderung tertutup. Sehari-hari hanya di rumah,” jelasnya. (mg/rud)
Editor : Muhammad Fahmi