Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Lima Bulan Petani Garam di Kabupaten Probolinggo Tidak Bisa Produksi, Ini Kendalanya

Inayah Maharani • Sabtu, 5 April 2025 | 17:05 WIB
PANEN: Seorang petani garam di Kabupaten Probolinggo, memanen garamnya beberapa waktu lalu.
PANEN: Seorang petani garam di Kabupaten Probolinggo, memanen garamnya beberapa waktu lalu.

PROBOLINGGO, Radar Bromo- Petani garam di Kabupaten Probolinggo, harus bersabar. Sejauh ini, tercatat sudah lima bulan mereka tak bisa memproduksi garam. Terhitung sejak November 2024.

Proses produksi terkendala musim hujan. Tidak ada panas matahari untuk menguapkan air laut dan menghasilkan garam.

“Selama musim hujan, tidak ada produksi garam karena petani butuh panas matahari,” ujar Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiyono.

Di Kabupaten Probolinggo, ada beberapa wilayah yang produksi garam. Di antaranya, Desa Randutatah, Kecamatan Paiton; Desa Asembagus, Patokan, Kalibuntu, Kebonagung, dan Sidopekso, Kecamatan Kraksaan; Desa Sukokerto dan Penambangan, Kecamatan Pajarakan; Desa Pajurangan, Pesisir, dan Klaseman, Kecamatan Gending.

Meski produksi belum dimulai, target produksi tetap berjalan. Tahun ini targetnya sama dengan tahun kemarin. Mencapai 14.000 ton. Tahun kemarin, kata Hari, hanya bisa memproduksi 7.005,85 ton.

Tidak tercapainya target dikarenakan dalam setahun hanya bisa produksi garam selama enam bulan. Enam bulan selama musim hujan, petani garam tidak dapat produksi.

“Capaiannya jauh dari target karena petani hanya bisa produksi pada bulan Juni dan berakhir November,” ujarnya.

Tahun ini, diperkirakan petani dapat kembali produksi garam mulai Juni. Diperkirakan bulan itu sudah masuk kemarau.

“Diperkirakan Mei nanti mulai persiapan lahan dan Juni bisa produksi. Itu pun tidak tentu, sebab bisa saja mundur,” katanya.

Selama tidak bisa produksi garam, petani menggunakan lahannya sebagai tambak ikan. Agar pendapatan warga di sekitar laut tetap stabil. Ia berharap tahun target produksi garam bisa tercapai. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. (mg/rud)

Editor : Ronald Fernando
#cuaca #produksi #garam #hujan