KRAKSAAN, Radar Bromo – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Tol Pas-Pro, tepatnya di Desa Sumberbendo, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
Kecelakaan itu dipicu, roda kendaraan pecah sehingga membuat hilang kendali.
Insiden itu berlangsung Kamis (3/4) pukul 16.00. Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota, Ipda Farouk Rahmad Hidayat, kecelakaan melibatkan kendaraan Daihatsu Xenia dengan nomor polisi W-1642-BG yang dikemudikan oleh Robby Zayn Kurniawan 25, warga Gresik.
“Kendaraan melaju dari arah Probolinggo menuju Pasuruan di lajur 1. Sesampainya di KM 829 jalur B, ban kiri belakang kendaraan pecah, menyebabkan pengemudi kehilangan kendali dan menabrak beton median jalan,” ujar Farouk.
Akibat insiden tersebut, kendaraan berakhir dalam posisi normal menghadap ke timur di lajur 2.
Penumpang kendaraan, Ana Lusiana 15, mengalami luka ringan dan segera dilarikan ke RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo, untuk mendapatkan perawatan medis.
Pengemudi Xenia, Robby Zayn Kurniawan, tercatat sebagai mahasiswa asal Desa Gading Watu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.
Sementara penumpang yang mengalami luka ringan, Ana Lusiana, merupakan pelajar berusia 15 tahun asal Desa Jatiroto, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang.
Dua saksi yang berada di lokasi kejadian, Joko Pujianto 39 dan Ari Kusmiran 50, menyatakan kendaraan kehilangan kendali setelah mengalami pecah ban. Mobil kemudian menabrak beton median jalan.
Akibat kecelakaan ini, mobil Daihatsu Xenia mengalami kerusakan pada bagian samping depan dengan estimasi kerugian materi sekitar Rp 1 juta.
Farouk menguraikan, kecelakaan ini terjadi akibat pengemudi Xenia yang kurang berhati-hati, dalam mengantisipasi kondisi kendaraan.
“Faktor utama adalah kurang hati-hatinya pengemudi. Sehingga tidak dapat mengendalikan kendaraan saat ban pecah,” jelasnya.
Pihak kepolisian mengimbau para pengendara untuk selalu melakukan pengecekan rutin terhadap kendaraan sebelum melakukan perjalanan.
Terutama di jalur tol yang membutuhkan kecepatan tinggi dan kestabilan kendaraan yang optimal. (mu/one)
Editor : Ronald Fernando