KANIGARAN, Radar Bromo- Jalanan di Kota Probolinggo masih banyak yang membutuhkan lampu penerangan jalan umum (PJU). Namun, tahun ini Pemkot Probolinggo hanya mengalokasikan anggaran untuk pengadaan 4 unit PJU.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo pun mengajukan tambahan pengadaan 40 unit PJU konvensional. Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dishub Kota Probolinggo Deddy Ariawan mengatakan, tahun ini tidak banyak alokasi anggaran untuk pengadaan PJU. Hanya ada 4 titik pengadaan PJU solar cell.
Setiap titik PJU solar cell dialokasikan sekitar Rp 25 juta, sehingga empat titik PJU butuh Rp 100 juta.
“Empat PJU solar cell itu dipasang di 4 titik jalan berbeda. Salah satunya di Jalan Bengawan Solo dan Jalan Slamet Riyadi sisi barat. Karena lokasi itu memang butuh PJU, tapi jauh dari jangkauan jaringan listrik konvensional,” katanya.
Deddy mengatakan, jalan di Kota Probolinggo masih banyak yang membutuhkan tambahan PJU. Namun, pihaknya secara bertahap mengalokasikan penambahan sesuai kemampuan anggaran.
Tahun ini, pihaknya mengajukan tambahan pemasangan PJU konvensional di 40 titik. Dengan harapan, pengajuan ini dapat direalisasikan melalui Perubahan APBD 2025.
“Keputusannya tetap menjadi ranah TAPD (tim anggaran pemerintah daerah). Kami berharapnya melalui Perubahan APBD 2025 dapat direalisasikan,” harapnya.
Soal 40 titik yang diajukan dipasing PJU, Deddy mengaku, sebelumnya telah memetakan kebutuhan 40 titik PJU konvensional di mana saja. Tentunya, ruas jalan yang sudah ada jaringan listrik konvensional, sehingga dapat langsung dipasang.
“Salah satu titik yang akan ditambah PJU konvensional di Jalan Mastrip,” ujarnya. (mas/rud)
Editor : Ronald Fernando