MAYANGAN, Radar Bromo - Puncak arus mudik Lebaran 2025, diprediksi terjadi Jumat (28/3).
Adanya kebijakan bagi pegawai untuk bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA), menjadi faktornya.
Lonjakan penumpang kereta api (KA) sudah terjadi sejak pekan lalu.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro mengatakan, kebijakan WFA baik itu di instansi pemerintah ataupun perusahaan, membuat penyebaran arus mudik lebih merata.
Di mana sejak Jumat (21/3) lalu hingga Kamis kemarin (27/3), rata-rata keberangkatan harian mencapai 8.860 penumpang.
Sejak Jumat (21/3) hingga Jumat (28/3), jumlah penumpang yang berangkat dari Daop 9 Jember tercatat tembus sejumlah 71.137 penumpang. Sedangkan penumpang yang tiba mencapai 77.051 orang.
Stasiun Jember menjadi titik keberangkatan dan kedatangan terbanyak.
Disusul oleh stasiun Ketapang, Banyuwangi Kota, Kalisetail, Rogojampi, dan Probolinggo.
Untuk jumlah penumpang berangkat dari Stasiun Probolinggo mencapai 3.727 penumpang dan penumpang tiba 4.240 orang.
“Lonjakan penumpang yang berangkat dari wilayah Daop 9 Jember, telah terasa sejak tanggal 22 Maret 2025 dengan melayani 9.038 penumpang. Kemudian tanggal 23 Maret melayani 9.440 penumpang. Lalu tanggal 26 Maret 8.961 penumpang dan tanggal 27 Maret 9.730 penumpang,” katanya.
Cahyo menerangkan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi Kamis dan Jumat (27-28/3).
Mengingat, cuti bersama bagi pegawai pemerintahan dimulai 30 Maret hingga 7 April.
Begitu juga dengan lonjakan kedatangan penumpang ke wilayah Daop 9 Jember terjadi pada Kamis (27/3), mencapai 10.482 penumpang.
Sementara Jumat (28/3) menembus 9.948 penumpang.
Cahyo mengingatkan agar calon pelanggan membeli tiket hanya melalui kanal resmi KAI untuk menghindari modus penipuan.
“Loket di stasiun hanya melayani pembelian tiket secara langsung (go-show) mulai 3 jam sebelum jadwal keberangkatan,” tegasnya. (mas/one)
Editor : Jawanto Arifin