PROBOLINGGO, Radar Bromo- Jalan Nangka di Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, tergenang dalam lima hari terakhir.
Cukup tinggi yaitu semata kaki. Diduga, genangan ini berasal dari sumber air yang keluar di musim hujan.
Pantauan Jawa Pos Radar Bromo kemarin (28/3), genangan air tidak hanya terjadi di jalan. Namun, juga merendam lahan pertanian di sekitar kawasan itu.
Bebun, 35, warga setempat mengatakan, kondisi seperti itu biasanya hanya terjadi saat musim hujan karena air yang nyumber dari tanah. Biasanya, genangan surut agak lama.
“Apalagi kalau hujan masih sering turun. Serta, diperparah oleh sistem drainase yang tersumbat. Surutnya makin lama,” katanya.
Hal senada disampaikan Nurul, 31, warga Kelurahan Pohsangit Kidul, Kademangan. Menurutnya, sudah tiga kali dalam setahun terjadi genangan di Jalan Nangka.
"Air ini nyumber dari dalam tanah saat musim hujan. Ditambah lagi dengan kondisi selokan yang tertutup sampah dan tanah, akhirnya air meluap ke jalan," katanya.
Nurul berharap pemerintah segera mencari solusi atas masalah itu. Sebab, sumber itu cukup besar. Sehingga, kalau dibiarkan bisa menimbulkan kerusakan.
“Jalan jadi cepat rusak, rumah-rumah di sekitar juga terancam karena plengsengannya gampang ambruk," ungkapnya.
Lurah Sumber Wetan Rizqi Fauzim menyatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat imbauan kepada warga. Mereka diminta kerja bakti massal Sabtu (30/3).
"Kami mendorong warga untuk terus menjaga kebersihan. Membersihkan selokan agar aliran air bisa lebih lancar," ujarnya.
Selain itu, kelurahan telah berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas PUPR PKP untuk mencari solusi jangka panjang. Juga melakukan survei bersama OPD terkait untuk mengidentifikasi penyebab genangan ini.
“Faktornya beragam, mulai dari air yang nyumber hingga kebiasaan masyarakat yang membuang sampah sembarangan," jelasnya.
Ia menekankan pentingnya penanganan yang tepat agar masalah ini tidak berulang. "Kalau langsung dilakukan pengerukan atau pembangunan plengsengan tanpa mengatasi penyebab utamanya, bisa jadi genangan air tetap terjadi. Makanya, kami masih mengkaji langkah terbaik agar solusi yang diambil bisa efektif," tutupnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi