LECES, Radar Bromo-Sebuah truk bermuatan ratusan minuman kemasan terguling ke jurang setelah terlibat kecelakaan lalu lintas dengan sebuah minivan, Kamis (27/3) dini hari.
Kecelakaan ini terjadi di Jalan Raya Lumajang, Desa Malasan Kulon, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, sekitar pukul 03.30.
Menurut kesaksian sejumlah warga sekitar, kecelakaan terjadi ketika waktu sahur.
Sejumlah warga mendengar dentuman keras dari jalan raya. Setelah dilihat, rupanya truk sudah masuk jurang.
“Pas waktu sahur. Ada suara keras ternyata kecelakaan,” ujar salah seorang warga warga, Emi, 47.
Warga kemudian bahu-membahu turun ke jurang menolong kedua korban. Yakni, sopir dan kenek truk yang jatuh ke jurang. “Anak-anak sini yang turun untuk bantu gendong korban,” katanya.
Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo Ipda Aditya Wikrama mengatakan, saat itu satu unit mobil Daihatsu Sigra melaju dari selatan.
Mobil bernopol AG 1519 PQ ini dikemudikan oleh waga Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Jember, Sadam Husein, 29.
Sesampai di tempat kejadian perkara (TKP), Husein mengemudikan mobilnya terlalu ke kanan. Posisinya jalan memang cukup menikung.
Dari arah berlawan muncul truk Mitsubishi bernopol S 8673 WO yang dikemudikan Achmad Khoirul Amin. Ia didampingi kerneknya, Muchammad Lukman Hakin.
Mereka berdua sama-sama warga Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Karena jarak terlalu dekat, kecelakaan tak bisa dihindari. Dua kendaraan bertabrakan. Adu banteng.
Nahas, truk lepas kendali. Khoirul berusaha banting setir ke kanan, namun bablas dan masuk jurang. “Penyebabnya diduga karena pengemudi minivan kurang berkonsentrasi,” katanya.
Syukur tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Ketiganya mengalami luka-luka.
Namun, Lukman Hakim mengalami luka berat. Ia mengalami patah tulang paha kanan. Ketiganya dilarikan ke RS Wonolangan, Kecamatan Dringu.
Dini hari itu juga, sejumlah anggota Satlantas merapat ke TKP. Mereka juga langsung mengevakuasi Sigra yang rusak parah.
Sedangkan, truknya sampai Kamis siang masih berada di lokasi kejadian. “Kami masih menunggu mobil dereknya untuk evakuasi (truk),” katanya. (mg/rud)
Editor : Muhammad Fahmi