PROBOLINGGO, Radar Bromo- Operasi Ketupat Semeru 2025 akan digelar Selama 17 hari di seluruh Indonesia. Yaitu, mulai Minggu (23/3) hingga Selasa (8/4).
Apel Gelar Pasukan dilakukan Kamis (20/3) oleh Polres Probolinggo Kota di delan kantor Mapolresta di Jalan dr Moh Saleh.
Apel dipimpim oleh Kapolres Probolinggo Kota AKBP Oki Ahadian Purwono. Menurutnya, apel gelar pasukan merupakan bagian dari persiapan pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H.
Apel ini penting dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana. Sehingga, menjamin operasi ketupat berjalan aman dan lancar. Khususnya dalam mengamankan arus mudik dan balik selama Idul Fitri 2025.
“Puncak arus mudik diprediksi terjadi antara 28 hingga 30 Maret 2025 dan puncak arus balik diperkirakan pada 5 hingga 7 April 2025,” kata Oki nenyampaikan pesan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Untuk memastikan kelancaran selama periode tersebut, Operasi Ketupat Semeru 2025 di Indonesia melibatkan lebih dari 164 ribu personel gabungan.
Mereka ditempatkan di 2.835 pos yang tersebar di berbagai titik strategis. Pos-pos ini terdiri atas 1.738 pos pengamanan, 788 pos pelayanan, dan 309 pos terpadu yang berfungsi sebagai pusat informasi bagi masyarakat.
“Di Kota Probolinggo, kami menerjunkan 300 personel gabungan dan mendirikan lima pos. Intinya, kami siap melaksanakan operasi ini,” terang Oki usai gelar pasukan di depan Mapolresta Probolinggo.
Lima pos itu antara lain, Posyan di depan Gedung Meteor, Pospam Bundaran Gladak Serang, Pospam Rest Area Tongas, Kecamatan Tongas.
Lalu Pos Terpadu Pelabuhan Tanjung Tembaga dan Pos Pantau Terminal Bayuangga Kota Probolinggo.
Dia mengimbau agar masyarakat mewaspadai oknum-oknum yang memanfaatkan momen mudik untuk kejahatan.
“Bila hendak mudik dan rumah kosong, kami mengimbau agar rumah dititipkan ke Bhabinkamtibmas,” katanya.
Sementara berdasarkan survei Kemenhub RI, potensi pergerakan masyarakat selama libur Lebaran 2025 mencapai 52 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Ini setara 146,48 juta orang. Jumlah ini diperkirakan akan dapat berubah sewaktu-waktu.
Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Siswandi mengatakan, nantinya akan ada pembatasan operasional angkutan barang.
“Kecuali kendaraan yang mengangkut BBM dan BBG, hantaran uang, barang pokok, keperluan bencana alam, sepeda motor mudik dan arus balik gratis, hewan dan pakan ternak, serta pupuk,” katanya.
Untuk mengurai kepadatan arus juga disiapkan rekayasa lalu lintas. Antara lain, berupa pemberlakuan ganjil-genap, contra flow, dan one way system.
Semua ini dilakukan berdasarkan analisis pantauan CCTV, traffic counting, serta laporan petugas di lapangan secara real time dan berkala.
Selanjutnya, untuk menjaga kelancaran pada jalur penyeberangan, akan diterapkan beberapa skema.
Yaitu, delaying system, buffer zone, dan screening tiket, hingga pemberlakuan pola operasi kapal tiba bongkar berangkat.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menerangkan, pemkot telah menyiapkan tenaga medis selama Lebaran sesuai kebutuhan. Armada medis juga telah dalam posisi siaga bilamana terjadi emergency.
“Termasuk dokter juga sudah ada yang stand by di rumah sakit, puskesmas, dan pos-pos tersedia,” ungkapnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi