KADEMANGAN, Radar Bromo - Menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, tidak semua jalan nasional di wilayah Kota Probolinggo dalam kondisi baik. Salah satunya, aspal jalan perlintasan rel kereta api Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.
Aspal jalan di jalur perlintasan langsung (JPL) ini ambles. Berlubang dan rusak parah. Padahal, sekitar sebulan lalu aspal jalan perlintasan rel KA tersebut dilakukan perbaikan geometri rel.
Jalan berlubang cukup dalam dan lebar itu terjadi tepat di tepi rel kereta api. Lubang paling dalam terjadi di ruas sisi barat jalan. Sehingga, kendaraan yang melintas dari arah selatan harus memastikan laju kendaraan rendah. Jika tidak, bisa berdampak terhadap kerusakan as roda ataupun suspensi.
Sulaiman, 48, sopir truk mengaku kerap melintasi jalur lingkar utara (JLU), masuk lewat Persimpangan Pilang.
Ia mengaku sempat kaget saat melintas tiba-tiba terkena lubang di samping rel perlintasan KA Pilang. Truknya dengan muatan berat sempat goyang. Beruntung tidak sampai terguling ataupun as roda patah.
“Kalau jalan berlubang begitu, apalagi di dekat perlintasan dan tikungan, lebih bahaya. Karena kalau mau berhenti, mengerem mendadak, juga rawan. Karena posisi kendaraan pas lagi tikungan,” katanya.
Hal serupa juga dikeluhkan pengendara sepeda motor. Samsul mengaku setiap kali berangkat dan pulang kerja pasti melewati jalur rel KA Pilang. Ia memilih lewat bagian tepi jalan untuk menghindar jalan berlubang.
“Padahal, bulan kemarin sudah diperbaiki. Tapi sekarang sudah rusak lagi. Kemungkinan pemadatan dasar jalan tepi rel itu tidak bagus, jadi ambles,” ungkapnya.
Manajer Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan, kerusakan aspal jalan itu bukan lagi kewenangan PT KAI.
Waktu perbaikan geometri rel, pihaknya sudah mengembalikan aspal jalan semula. Selanjutnya, untuk perawatan menjadi kewenangan Bina Marga jalan nasional.
“Kalau kami bongkar dan gak ngembalikan aspalnya, baru silakan minta KAI untuk tanggung jawab. Kami sudah kembalikan aspal seperti semula. Untuk perawatan itu, Bina Marga, kami fokus pada konstruksi rel KA-nya,” terangnya. (mas/rud)
Editor : Ronald Fernando