KANIGARAN, Radar Bromo - Laju pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo tahun ini sebesar 5,15 persen. Lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan nasional yang mencapai 5,03 persen dan Jawa Timur sebesar 4,93 persen.
Namun, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengingatkan untuk mengantisipasi inflasi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Karena inflasi yang tinggi dapat mempengaruhi daya beli masyarakat dan meningkatkan biaya hidup.
Aminuddin mengatakan, rapat koordinasi high level meeting (HML) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus dilakukan. Sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri 2025.
“Laju pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo tahun ini sebesar 5,15 persen. Lebih tinggi dibandingkan dengan nasional dan Jawa Timur,” katanya.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur capaian inflasi Kota Probolinggo pada Maret 2025, sebesar 0,43 persen (year on year). Sedangkan, secara bulanan, mengalami deflasi 0,43 persen (month to month). Angka ini sesuai sasaran inflasi berdasarkan ketetapan nasional yakni sebesar 2,5 ± 1 persen pada 2025.
“Inflasi yang tinggi dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan meningkatkan biaya hidup. Karena itu, pengendalian inflasi menjadi prioritas utama untuk menjaga stabilitas perekonomian,” katanya.
Berbagai upaya konkret sudah dilaksanakan Pemkot Probolinggo. Mulai melaksanakan operasi pasar murah, inspeksi mendadak pasar dan distributor agar tidak menahan barang. Termasuk menjalin kerja sama dengan daerah penghasil komoditas untuk kelancaran pasokan.
“TPID memiliki peran yang krusial dalam merumuskan kebijakan dan langkah-langkah strategis dalam pengendalian inflasi. Saya meminta TPID terus menjalin komunikasi intens dengan satuan tugas pangan. Selain itu, operasi pasar dapat dilakukan sepanjang dampaknya memang dapat menekan inflasi secara langsung,” pintanya.
Aminuddin mengatakan, dari pelaksanaan HLM, dapat menghasilkan rekomendasi dan langkah strategis untuk mengendalikan inflasi saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Menurutnya, hal ini harus diantisipasi dengan memastikan ketersediaan bahan pokok di pasaran.
“Melalui kegiatan ini, kami berupaya secara maksimal dalam melakukan sinergi dan kolaborasi dalam pengendalian inflasi Ramadan dan Idul Fitri 1446 Hijriah,” ujarnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga