SUMBERASIH, Radar Bromo- Diduga mengalami ban selip, sebuah mobil pikap Isuzu Traga hilang kendali. Lalu menabrak tiga kendaraan sekaligus di jalur pantura Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
Satu orang meninggal dalam kecelakaan beruntun itu. Kecelakaan itu terjadi Kamis (6/3) sekitar pukul 16.00.
Awalnya, pikap bernopol N 8102 WX itu melaju dari arah barat ke timur.
Pikap dikemudikan Shoim, warga Desa Curahdukuh, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.
Sesampainya di lokasi kejadian, tiba-tiba pikap yang mengangkut ikan tersebut hilang kendali.
Seketika itu, pikap masuk ke jalur berlawanan dan menabrak tiga pengendara yang melaju dari timur ke barat. Yakni, dua pengendara motor serta satu pengendara becak motor (betor).
Akibatnya, ketiga korban mengalami luka-luka. Mereka langsung dilarikan ke IGD RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo oleh warga setempat.
Ketiga korban adalah Bebun, warga Desa Banjarsari, Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Ia mengemudikan motor Honda Jupiter Nopol N 5873 RM.
Korban Bebun mengalami luka cukup parah. Di antaranya patah lutut sebelah kiri, patah tulang di betis kanan dan tulang dada sebelah kanan mengalami remuk.
Korban sempat ditangani di ruang IGD selama beberapa saat. Sayangnya, nyawa korban tak tertolong. Laki-laki 42 tahun tersebut meninggal sekitar pukul 17.35.
Korban selanjutnya yang juga pengendara sepeda motor adalah Alifi, 46, warga Desa Bayeman, Tongas, kabupaten Probolinggo.
Ia mengemudikan motor Honda Beat Nopol N 5903. Menurut penuturan keluarganya, korban mengalami patah tulang rahang kanan dan patah tulang bahu sebelah kanan.
“Masih ditangani dokter. Katanya mau dioperasi tapi masih nunggu jadwal,” kata adik korban, bernama Safi, 29 tahun.
Terakhir, Munif, 44, warga Desa Banjarsari, Sumberasih, Kabupaten Probolinggo yang mengendari betor.
Menurut penuturan ibu korban, saat itu korban tengah pulang bekerja sebagai tukang becak di Kota Probolinggo.
Akibat kecelakaan itu, korban mengalami luka sobek di tangan kanan. Dia sempat dijahit sebanyak 4 jahitan pada lukanya, lantas diperbolehkan pulang.
“Sudah bisa dibawa pulang Alhamdulillah tidak parah,” tutur ibu korban, Musria, 55.
Di sisi lain, Polisi masih mendalami penyebab kecelakaan tersebut. Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo Kota, Ipda Farouk Rahmad Hidayat menduga, kecelakaan terjadi karna Pikap mengalami aquaplanning yang menyebabkan hilangnya kendali pada kendaraan.
Aquaplanning adalah kondisi mobil yang tiba-tiba tak dapat dikendalikan sebab mengalami kehilangan daya cengkram. Kondisi ini bisa terjadi saat musim hujan.
“Masih kami dalami, namun memang bukan karena mengantuk. Dugaan sementara selip pada ban. Sebab saat itu hujan,” katanya.
Saat ini menurutnya, sopir pikap dalam kondisi sehat. Dia diamankan di Polres Probolinggo Kota. “Pengemudi sehat dan saat ini sedang kami amankan di kantor,” pungkasnya. (mg/hn)
Editor : Muhammad Fahmi