Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Waspada Kasus DBD di Kota Probolinggo, Sebulan Ada Dua Pasien Meninggal, Balita dan Orang Dewasa

Arif Mashudi • Jumat, 7 Maret 2025 | 04:05 WIB

 

FOGGING: Pencegahan kasus DBD dengan cara fogging di lingkungan Jl. KH. Wahid Hasyim Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.
FOGGING: Pencegahan kasus DBD dengan cara fogging di lingkungan Jl. KH. Wahid Hasyim Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

KANIGARAN, Radar Bromo -Memasuki pancaroba, kasus demam berdarah dengue atau DBD di Kota Probolinggo masih membuat waswas. Dalam sebulan terakhir, ada dua pasien DBD yang meninggal.

Kepala Dinkes P2KB Kota Probolinggo Nurul Hasanah Hidayati melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Asri Wahyuningsih mengatakan, kasus DBD tetap harus diwaspadai.

Meskipun, jumlah kasus DBD di awal tahun ini tidak terlalu tinggi. Sebab, sebulan terakhir ada dua pasien DBD yang meninggal.

Kedua pasien DBD yang meninggal itu adalah balita 5 tahun dan pasien berusia 23 tahun. Dua pasien ini berasal dari Kecamatan Mayangan dan Kanigaran.

”Kami masih menelusuri apa penyebab dua pasien DBD ini sampai meninggal dunia,” katanya.

Asri mengatakan, tingginya kasus DBD disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya yaitu, rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Selain itu, kurangnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Yang juga harus diwaspadai adalah tingginya kasus DBD setelah musim hujan.

Pada 2024 misalnya, kasus DBD melonjak setelah musim hujan. Yaitu pada bulan Maret, April, dan Mei.

Tahun ini, diprediksi kejadian serupa terulang. Kasus DBD diperkirakan akan meningkat setelah musim hujan.

Selama tahun 2025, dikatakan Asri, sudah dilakukan fogging 12 kali di tempat-tempat berbeda. Terutama di lingkungan yang ditemukan beberapa kasus DBD.

Tujuannya, nyamuk-nyamuk dewasa di lingkungan tersebut mati. Sehingga, penyebaran penyakit DBD bisa dikurangi.

Selain fogging, yang terpenting adalah peran masyarakat untuk bersama-sama mencegah berkembang biaknya nyamuk.

Salah satu caranya, pemberantasan sarang nyamuk untuk mencegah berkembangan jentik-jentik nyamuk di genangan air.

”Untuk kasus DBD yang sudah terdata bulan Januari ada 19 kasus. Sedangkan data total Februari masih belum rampung,” ujarnya.

Syafiuddin AR, warga Jl. KH. Wahid Hasyim Kelurahan/Kecamatan Kanigaran mengatakan, beberapa hari lalu dilakukan fogging di lingkungan rumahnya.

Fogging dilakukan karena ditemukan beberapa kasus DBD. Termasuk cucunya, sempat terkena DBD dan dirawat di rumah sakit (RS).

”Ada juga anak tetangga yang terkena DBD dan dirawat di rumah sakit. Jadi, masyarakat harus lebih waspada terhadap penyakit DBD, karena berbahaya jika terlambat penanganan,” ungkapnya. (mas/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#nyamuk #pancaroba #dbd #fogging #orang dewasa #Kanigaran #demam berdarah dengue #musim hujan #Mayangan #balita #meninggal #pasien #probolinggo #dinkes