Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Nilai Investasi di Kota Probolinggo Capai Rp 18 Triliun, Berhasil Serap 17.632 Tenaga Kerja

Arif Mashudi • Kamis, 6 Maret 2025 | 20:05 WIB
PELAYANAN: Salah seorang pegawai memberikan pelayanan perizinan dan investasi di Mal Pelayanan Publik di bawah DPMPTSP Kota Probolinggo.
PELAYANAN: Salah seorang pegawai memberikan pelayanan perizinan dan investasi di Mal Pelayanan Publik di bawah DPMPTSP Kota Probolinggo.

MAYANGAN, Radar Bromo - Investasi yang masuk di Kota Probolinggo sepanjang 2024 cukup tinggi. Pemkot Probolinggo mengklaim mencapai Rp 18.054.544.299.111 atau Rp 18 triliun.

Dari nilai investasi ini, berhasil menyerap 17.632 tenaga kerja. Tahun ini, targetnya lebih besar.

Kepala DPMPTSP Kota Probolinggo Muhammad Abas mengatakan, dari nilai investasi yang masuk pada 2023 dan 2024, dapat dihitung realisasi pertumbuhan investasi sebesar Rp 1.505.080.045.532 (Rp 1,5 triliun) atau 0,1 persen. Dibandingkan 2023, naik sekitar Rp 1,5 triliun.

“Sepanjang 2024, nilai investasi yang masuk ke Kota Probolinggo mencapai sekitar Rp 18 triliun. Tentu saja nilai realisasi investasi ini masih harus kami tingkatkan dan berharapnya tahun ini lebih tinggi,” katanya.

Abas mengaku, selalu berupaya meningkatkan realisasi investasi. Salah satunya dengan terus melakukan pendekatan kepada pelaku usaha untuk aktif menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM)-nya secara berkala.

Sesuai data DPMPTSP, nilai investasi tahun 2024 terdiri dari 9.806 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

KBLI merupakan bentuk klasifikasi lapangan usaha dan industri untuk memudahkan menentukan bidang usahanya saat mendaftar di Online Single Submission (OSS).

Dalam satu perusahaan diperbolehkan mempunyai lebih dari 1 KBLI, sesuai usaha yang dikembangkan.

“Sektor yang mendominasi realisasi investasi di Kota Probolinggo tahun 2024, jika dilihat dari KBLI dalam OSS ada tiga sektor usaha. Yaitu, bidang kesehatan, perdagangan, dan lain-lainnya. Seperti toko penjualan obat, industri olahan makanan dan minuman, hingga perdagangan eceran,” terangnya.

Sebaran usaha di Kota Probolinggo, kata Abas, masih masih berpusat di Kecamatan Mayangan.

Disusul Kecamatan Kanigaran, Kademangan, dan Kedopok. Sebaran usaha yang paling sedikit tetap berada di Kecamatan Wonoasih.

“Dengan karakteristik dan letak geografis setiap kecamatan berbeda, jelas sebaran usaha tidak merata. Namun, kami berharap nantinya semua sektor usaha di Kota Probolinggo ikut terus bergerak,” ujarnya.

Termasuk penyerapan tenaga kerja, kata Abas, semakin banyaknya usaha yang masuk di Kota Probolinggo, baik itu penanaman modal asing (PMA) atau penanaman modal dalam negeri (PMDN) dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

Capaian pertumbuhan realisasi investasi dipengaruhi juga masalah proses perizinan untuk menyempurnakan iklim investasi sesuai harapan investor dan kebijakan daerah yang sesuai peraturan.

“Melalui para investor inilah, kami harap bisa menjadi jembatan agar Kota Probolinggo selalu dilirik investor untuk menanamkan modalnya di sini. Kami selalu terbuka, transparan, dan berkomitmen menjaga iklim investasi yang baik, aman, dan nyaman,” jelasnya. (mas/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#pemkot probolinggo