Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cabai Turun, Harganya Tetap Lebih Rp 100 Ribu, Hari Kedua Ramadan Sempat Capai Segini

Inayah Maharani • Rabu, 5 Maret 2025 | 12:00 WIB
MASIH TINGGI: Salah seorang pedagang menunggu pembeli di Pasar Baru, Kota Probolinggo.
MASIH TINGGI: Salah seorang pedagang menunggu pembeli di Pasar Baru, Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Pada Ramadan 1446 Hijriah, harga cabai di Kota Probolingo cukup pedas. Harganya memang berangsur turun. Namun, masih tetap lebih dari Rp 100 ribu per kilogram.

Selasa (4/3), harga cabai di Pasar Baru Kota Probolinggo masih berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 110 ribu per kilogram.

Angka ini turun dibanding hari-hari sebelumnya yang mencapai Rp 120 ribu per kilogram.

“Semalam sudah turun. Makanya saya jual Rp 100 ribu per kilogram. Itu pun hitungannya tetap rugi, sebab saya ambilnya di harga Rp 96 ribu pada hari sebelumnya,” ujar salah seorang pedagang di Pasar Baru Kota Probolinggo Selamet, 40.

Bagi pedagang yang kulakan cabai ketika masih mahal, mereka juga akan menjualnya dengan harga di atas Rp 100 ribu per kilogram. Jika tidak, maka mereka akan rugi.

Menurut Slamet, memasuki Ramadan tahun ini, harga cabai merah naik drastis. Awalnya masih Rp 80 ribu per kilogram, kemudian setiap harinya berangsur naik.

Bahkan, pada hari kedua Ramadan mencapai Rp 120 ribu per kilogram.

“Naik terus dari awal masuk Ramadan sampai akhirnya baru semalam turun,” ujar warga Kelurahan Jrebeng Kulon, Kota Probolinggo, ini Selasa (4/3).

Mahalnya harga cabai tak hanya dikeluhkan pembeli. Para pedagang cabai juga mengeluh. Karena mahalnya harga cabai berdampak terhadap menurunnya daya beli masyarakat.

Bahkan, banyak stok cabai yang membusuk akibat tak banyak terjual. Slamet mengaku harus menyortir setengah kilogram cabai yang sudah membusuk.

“Sekarang pembeli berkurang, mungkin biasanya butuh cabai lima, sekarang jadi dua saja,” katanya.

Di sisi lain, Kabid Perdagangan DKUP Kota Probolinggo Erwan Kiswandoko mengatakan, naiknya harga cabai disebabkan menipisnya stok dari petani.

Minimnya stok ini dipengaruhi cuaca buruk selama musim hujan.

“Harga cabai memang mahal, sebab ketersediaan barangnya kurang,” katanya. (mg/rud)

Editor : Ronald Fernando
#ramadan #pasar