LECES, Radar Bromo-Kebakaran terjadi di sebuah toko peracangan dan kios bensin eceran di Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Selasa (4/3).
Toko kelontong dan kios BBM itu diketahui milik Yudi, 50. Kebakaran terjadi saat pemilik mengisi BBM pada botol eceran.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 09.30.
Saat itu Yudi sedang mengisi BBM jenis pertalite ke botol eceran. Saat asyik mengisi ulang BBM, tak disangka kemudian anaknya yang berada disampingnya bermain korek api.
Saat korek dipetik dan percikan api keluar, dengan cepat api menyambar uap pertalite tersebut.
Api kemudian cepat merembet ke pertalite lainnya lalu menyambar peracangan dan kios BBM yang berkonstruksi semi permanen itu. Api juga membakar kulkas dan barang dagangan berupa sembako.
Mengetahui adanya kebakaran pemilik toko langsung berteriak meminta tolong.
Tetangga dan warga yang kebetulan melintas langsung berupaya memadamkan api secara manual.
Sayangnya, api sulit dipadamkan bahkan api semakin membesar. Akhirnya warga kemudian berinisiatif menghubungi pemadam kebakaran Kabupaten Probolinggo.
Inspektur Inspeksi TK. I pemadam kebakaran Kabupaten Probolinggo Danang Purwanto mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan kebakaran tersebut sekitar pukul 09.57.
Kemudian menggunakan sebuah mobil damkar personil berjumlah 8 orang langsung mendatangi lokasi kejadian seperti yang telah dilaporkan.
“Kami mendapatkan informasi kebakaran sudah membesar. Jadi kami segera mendatangi lokasi kejadian,” katanya.
Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman dengan menyemprot air pada titik kobaran api.
Setelah api mulai dapat dijinakkan, petugas kemudian menyiram titik rambatan api hingga padam.
Setelah padam petugas kemudian melakukan pendinginan. Menyiram sisa bara api yang masih terlihat sampai benar-benar padam.
Setelah padam petugas masih menyisir sekitar lokasi kebakaran. Hal ini dilakukan untuk memastikan situasi benar-benar aman dan steril dari api.
“Membutuhkan waktu 40 menit untuk memadamkan api. Dari informasi yang dihimpun kebakaran terjadi karena korek api menyambar pertalite. Pemilik ditaksir mengalami kerugian Rp 20 juta,” bebernya. (ar/mie)
Editor : Muhammad Fahmi