Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Progres Tol Probowangi: Fokus Pembebasan Lahan Probolinggo-Besuki Supaya Bisa Digunakan untuk Mudik Lebaran

Agus Faiz Musleh • Kamis, 27 Februari 2025 | 16:05 WIB
DIKEBUT: Para pekerja menggarap pintu Tol Probowangi paket 2 (Paiton-Besuki).
DIKEBUT: Para pekerja menggarap pintu Tol Probowangi paket 2 (Paiton-Besuki).

KRAKSAAN, Radar Bromo–Pengerjaan tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) terus dikebut PT Jasa Marga (Persero) Tbk., melalui anak usahanya PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (PT JPB). Percepatan ini dilakukan supaya ruas tol ini bisa difungsionalkan saat libur Lebaran 2025.

Hingga 16 Februari 2025, progres konstruksi Tahap I ruas Probolinggo-Besuki telah mencapai 73,53 persen.

Direktur Utama PT JPB, Adi Prasetyanto, mengatakan pembebasan lahan untuk proyek ini hampir rampung dengan capaian 99,55 persen. Sesuai Peraturan Menteri Koordinator Perekonomian No. 9 Tahun 2022, fokus utama saat ini adalah pembebasan lahan dan pembangunan dari Probolinggo hingga Besuki.

“Pembangunan tol ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mewujudkan konektivitas merata di seluruh Indonesia, yang menjadi salah satu prioritas dalam agenda Asta Cita. Dengan selesainya Tahap I, kami optimistis dapat mendukung penguatan ekonomi wilayah Jawa Timur sekaligus mengurangi kesenjangan infrastruktur antarwilayah,” jelas Adi.

Jalan tol ini terbagi dalam tiga paket pekerjaan konstruksi; Paket 1 (Gending-Kraksaan) dengan Progres 87,48 persen; Paket 2 (Kraksaan-Paiton): Progres 77,75 persen; Paket 3 (Paiton-Besuki): Progres 65,36 persen.

Jika pembebasan lahan sesuai target, Segmen Gending-Kraksaan atau paket 1 ditargetkan selesai Maret 2025 dan dapat difungsionalkan selama periode libur Lebaran. Sementara itu, segmen Kraksaan-Besuki direncanakan selesai pada akhir 2025, dengan progres konstruksi menyesuaikan kondisi di lapangan.

DIKEBUT: Para pekerja menggarap pintu Tol Probowangi paket 2 (Paiton-Besuki).
DIKEBUT: Para pekerja menggarap pintu Tol Probowangi paket 2 (Paiton-Besuki).

“Untuk paket 2 dan 3, kami melihat progres lebih lanjut. Pengerjaan masih terus berlangsung. Jika memungkinkan, paket 2 kita juga fungsional kan,” katanya.

Pembangunan Tol Probowangi diharapkan menjadi katalisator bagi sektor pariwisata, pertanian, dan industri di kawasan Tapal Kuda (Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Lumajang, Pasuruan, Situbondo, Probolinggo).

Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk mempercepat transformasi ekonomi berbasis infrastruktur berkelanjutan.

Tol ini juga akan memiliki tiga Gerbang Tol (GT), yaitu GT Kraksaan, GT Paiton, dan GT Besuki, serta tiga simpang susun (SS) di lokasi yang sama. Jalan Tol Probowangi sepanjang 175,4 km terbagi dalam tujuh seksi, Gending-Kraksaan (12,88 km), Kraksaan-Paiton (11,20 km), piton-Besuki (25,60 km),  Besuki-Situbondo (42,30 km), Situbondo-Asembagus (16,76 km), Asembagus-Bajulmati (37,45 km), dan Bajulmati-Ketapang (29,21 km).

Setelah beroperasi penuh, jalan tol ini akan memangkas waktu tempuh dari Probolinggo ke Besuki, dari semula 1 jam 15 menit menjadi hanya 30 menit dengan kecepatan rata-rata 80-100 km/jam.

Tol ini juga akan menjadi ruas terakhir dari jaringan Tol Trans Jawa, yang menghubungkan ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa untuk meningkatkan konektivitas serta mempermudah mobilitas orang, barang, dan jasa.

Adi menegaskan bahwa PT JPB bersama kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, dan konsultan pengendali mutu akan memastikan kualitas dan keselamatan dalam pembangunan tol ini.

“Dalam membangun jalan tol ini, kami memastikan keselamatan keteknikan konstruksi, keselamatan dan kesehatan kerja, keselamatan publik, hingga keselamatan lingkungan. Kami juga menjaga tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dengan memaksimalkan penggunaan sumber daya lokal, termasuk tenaga kerja, peralatan, serta bahan dari dalam negeri,” tegasnya.

Dengan percepatan ini, Tol Probolinggo-Banyuwangi diharapkan menjadi solusi bagi kemacetan di jalur Pantura.

Terutama saat musim mudik Lebaran, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur. (mu/fun)

 

Editor : Fahreza Nuraga
#jasa marga #Tol Probowangi #banyuwangi #PT PJB