GENDING, Radar Bromo–Dipicu masalah asmara, empat remaja terlibat pertengkaran berujung bacokan di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Senin (24/2) malam.
Peristiwa ini viral di media social. Awalnya, sempat diduga kasus pembegalan. Namun, Kades Curahsawo Halimah menyangkal kabar yang beredar di medsos tersebut.
Menurutnya, kejadian itu bukan pembegalan. Melainkan pertengkaran antarremaja yang berujung pada bacokan.
“Bukan pembegalan, katanya masalah asmara. Namun, sudah ditangani Polsek Gending,” katanya.
Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, pembacokan itu terjadi tepat di depan sebuah toko waralaba di Curahsawo.
Saat itu Arfan, 19, warga Desa/ Kecamatan Gending baru saja pulang dari tempatnya bekerja di sebuah toko waralaba Alfamart di Kota Probolinggo.
Sekitar pukul 22.30, saat dalam perjalanan pulang, ia mampir menemui temannya yang sedang bertugas di toko waralaba Alfamart di Desa Curahsawo tersebut. Tiba-tiba saja, tiga remaja datang mencari Arfan.
Dia adalah Gal, 17, warga Desa Tegalsono, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. Dia datang bersama dua temannya yang belum diketahui identitasnya.
Sekejap saja, ketiga remaja itu terlibat pertengkaran dengan korban Arfan. Dan kemudian berujung pada perkelahian.
Saat itulah, Gal diketahui membawa senjata tajam jenis celurit. Dia bahkan membacokkan celurit itu pada korban Arfan, tepat mengenai punggungnya.
“Saya dikabari warga katanya ada bacokan. Setelah saya datang ternyata korban sudah luka-luka,” jelas Dani, perangkat desa setempat.
Dani mengatakan, korban sempat melarikan diri. Ia juga berteriak minta tolong kepada warga setempat, sehingga kemudian mengundang warga sekitar datang.
Terduga pelaku Gal yang saat itu mengejar korban sempat tertangkap warga, sebab dikira begal. Ketiga remaja itu lantas diamankan warga ke Balai Desa Curahsawo.
“Sempat ditangkap oleh warga. Bahkan mau dimassa karena dikira mereka ini begal,” katanya.
Di Balai Desa Curahsawo saat dimintai keterangan oleh warga, baru diketahui empat remaja ini terlibat perkelahian karena masalah asmara.
Terduga pelaku Gal mengatakan, korban diduga melakukan pendekatan pada tunangannya.
“Korban sendiri menyangkal dan mengaku mereka hanya berteman. Mungkin salah paham mereka ini. Jadinya berantem,” jelas Dani.
Dani lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Gending. Petugas yang datang ke lokasi kejadian kemudian mengamankan tiga terduga pelaku ke Mapolsek Gending.
Sementara itu, korban dilarikan ke Puskemas Gending untuk mendapatkan penanganan pada luka dipunggungnya.
Korban diketahui mengalami luka sayat dengan 10 jahitan dan panjang 3 sentimeter. Namun, kondisinya membaik dan korban sudah diperbolehkan pulang.
Kanitreskrim Polsek Gending AKP Sugeng Harianto menjelaskan, ketiga terduga pelaku sudah diamankan di Polres Probolinggo. Kasus tersebut dilimpahkan ke Unit PPA Polres Probolinggo.
“Kasusnya kami dilimpah ke PPA, sebab pelaku masih di bawah umur,” pungkasnya. (mg/hn)
Editor : Muhammad Fahmi